Penyebab Kelompok Agama Legalkan Tindak Kekerasan

51
Aksi anarkistis yang dilakukan sejumlah kelompok agama tentu dilandasi dengan satu paham tertentu. Foto: Satu Islam
Aksi anarkistis yang dilakukan sejumlah kelompok agama tentu dilandasi dengan satu paham tertentu. Foto: Satu Islam

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Status sebagai negara majemuk disebut-sebut membuat Indonesia rentan dengan fenomena gesekan antargolongan.

Perbedaan pilihan dan sikap merasa lebih baik daripada yang lain bisa mendalangi terjadinya konflik.

Salah satu isu sensitif yang tidak jarang menimbulkan kegaduhan di Indonesia adalah soal agama.

Sekelompok orang yang mengklaim dirinya memperjuangkan agama, melakukan berbagai upaya agar misinya dapat terlaksana.

Bahkan, sekalipun itu dengan menggunakan kekerasan.

Di sisi lain, agama dan kekerasan memang hal yang berbeda.

Namun, Cornelis Lay mencoba menguraikan dua hal itu dalam sudut pandang politik.

Baca juga: Ada Skincare di Tengah Stan Jamu Festival Obat dan Pengobatan UGM

Dia menuangkannya dalam tulisan berjudul Kekerasan Atas Nama Agama: Perspektif Politik.

Tulisan itu diterbitkan Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Fisipol UGM pada 2009.

Pandangan pakar yang diyakini Cornelis menyatakan bahwa kekerasan adalah fenomena politik dan sosiologis yang bersifat universal.

Kekerasan dapat dilakukan secara individual, kolektif, institusi, maupun sistem secara keseluruhan.

Wujud kekerasan bisa berupa simbol, verbal, hingga fisik.

Sementara penyebab-penyebabnya biasanya karena masalah mendasar, seperti sistem sosial, ekonomi, dan politik.

Cornelis memandang, kekerasan bisa jadi dianggap sebagai tindakan irasional.

Baca juga: Mau Nonton Final Sepak Bola SEA Games 2019? Siapkan Hal Berikut