Penyebab Kebakaran Hutan di Indonesia dan Solusinya

98

Baca juga: Buruknya Tata Kelola Perkebunan Sebabkan Masyarakat Benci Kelapa Sawit

Bagi Fiqri, yang menjadi decision maker adalah manusianya, akan membakar atau tidak membakar untuk menjaga ekosistem hutan.

“Karena sumber api yang terjadi di Indonesia umumnya bersumber dari manusia,” kata alumnus UGM angkatan 2009 itu.

Kanal Bloking dan Edukasi Masyarakat sebagai Solusi

Menurut Fiqri, pengendalian kebakaran kebakaran sebetulnya sudah dilakukan mulai dari sekat bakar berupa jalur kuning ataupun jalur hijau.

Kemudian ada kanal bloking (penyumbatan kanal) sebagai upaya pencegahan kebakaran untuk lahan gambut guna mencegah potensi terjadinya kebakaran.

“Namun yang terjadi lahan gambut seringkali diiris untuk dikeringkan sehingga air keluar melalui kanal-kanal itu. Apalagi kalau kanalnya sampai motong kontur, air lebih cepat keluar, gambutnya jadi kering. Sekarang kanal-kanal yang sudah ada dioptimalkan untuk dikelola, dijaga ketinggian airnya agar lahan gambut tidak menyusut,” ujarnya.

Baca juga: Menelaah Hak Korban dan Posisi Masyarakat Adat dalam RKUHP

Belum lagi, jika air yang berfungsi untuk membasahi lahan gambut digunakan untuk keperluan lain yang saling tumpang tindih.

Dikatakan Fiqri, air pada lahan gambut boleh dimanfaatakan bila airnya surplus.

Antisipasi berikutnya adalah edukasi kepada masyarakat.

Ada kelompok masyarakat peduli api dan badan restorasi gambut.

Masyarakat diajak berkontribusi untuk mencegah, meningkatkan kepedulian terhadap hutan, khusunya terhadap ancaman karhutla.

Baca juga: Industri Kelapa Sawit dalam Paradoks Pembangunan