KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – UGM Jazz 2018 banyak dihadiri penonton yang sebelumnya telah menyaksikan acara ini di tahun-tahun sebelumnya. UGM Jazz 2018 merupakan gelaran ke-24 yang diadakan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), UGM.

Menurut salah satu penonton bernama Melda, alasannya selalu menonton UGM Jazz karena dia merasa selalu ada perkembangan tiap tahunnya. Terutama para bintang tamu yang tampil.

Bahkan, menurut Melda, acara yang kini diselenggarakan di Grand Pacific (03/11/2018) banyak dihadiri penonton dari luar kota.

“Mereka rela datang ke Yogyakarta hanya demi menikmati UGM Jazz,” imbuhnya.

Penonton lainnya bernama Hesti, ia datang dari Semarang dan sudah empat kali berturut-turut menikmati musik jazz dari acara tahunan ini.

Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (kiri) duduk bersebelahan dengan Tony Prasetiatono saat menonton UGM Jazz 2018.(Foto: Maulana)
Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (kiri) duduk bersebelahan dengan Tony Prasetiatono saat menonton UGM Jazz 2018.(Foto: Maulana)

Melihat tingginya antusias penonton dari tahun ke tahun, selaku promotor acara, Tony Prasetiantono berusaha untuk menghadirkan artis kelas dunia yang sudah tidak diragukan lagi kemampuannya dalam musik Jazz.

“Musisi Jazz ternama dapat dihadirkan jika ada uangnya,” ujar Tony sambil tertawa.

Sebelum mencapai kesuksesannya seperti sekarang, UGM Jazz sempat mengalami kerugian sebesar Rp.5 juta pada tahun 1987.

Namun, Tony menganggap bahwa kerugian tersebut sudah terlunasi dengan kesuksesan UGM Jazz dari tahun ke tahun yang penyelenggaraannya dibantu oleh para mahasiswa FEB selaku panitia acara.(Tita)