BULAKSUMUR, KAGAMA.CO — Nitilaku Perguruan Kebangsaan 2017 yang berlangsung pada Minggu (17/12) menjadi momentum bagi para alumni UGM untuk mengobati kerinduan layaknya mudik di kampung halaman. Demikian kesan Sekretaris Pengda Kagama Sumatera Utara, Trianom Wahyudi.

Kepada Kagama, Anom menyampaikan bahwa Nitilaku menjadi wadah silaturahim lintas dimensi yang rileks, guyub, dan sangat cocok dengan tema “Kagama bersinergi untuk negeri”.

Nitilaku sudah menjadi kebanggaan publik, bila melihat antusiasme masyarakat dan wisatawan menyaksikan acara Nitilaku di kanan kiri jalan. (Foto: Dok. Kagama Sumut)
Nitilaku sudah menjadi kebanggaan publik, bila melihat antusiasme masyarakat dan wisatawan menyaksikan acara Nitilaku di kanan kiri jalan. (Foto: Dok. Kagama Sumut)

“Nitilaku sudah menjadi kebanggaan publik, bila melihat antusiasme masyarakat dan wisatawan menyaksikan acara Nitilaku di kanan kiri jalan,” kata alumnus Fakultas Kehutanan angkatan 1990 ini pada Selasa (19/12).

Pada Nitilaku kali ini, Pengda Kagama Sumut bekerja sama dengan mahasiswa UGM yang berasal dari Sumatera Utara mengirimkan kontingen. Mereka mengenakan pakaian adat suku-suku di Sumatra Utara, seperti Batak Toba, Batak Simalungun, Batak Karo, Nias, Batak Mandailing, Melayu, Dairi, Pakpak, serta dengan mmbawa ogoh-ogoh Sigale-gale.