Mengapa ia seolah banting setir dari jurusan akuntansi ke dunia aplikasi, Novi bercerita panjang. Keahliannya di bidang aplikasi berawal dari belajar autodidak ketika bekerja part time di warung internet (warnet).

“Saya cari part time dan jadi penjaga warnet di seberang Universitas Islam Negeri (UIN) dekat tempat billiar. Di warnet itu saya mulai banyak belajar buat website, blog, dan lain-lain,” imbuhnya.

Bisnis Novi di dunia aplikasi bermula di tahun 2011 ketika dia diundang melalui SMS untuk datang seminar di gedung Wanitatama. Di situ ada seminar yang mengundang orang dari Kuala Lumpur, Indonesia, dan lainnya. Mereka membuat konsep venture capital tentang angel investor. Angel investor adalah pemodal investor individual yang menginvestasikan dana pribadi mereka ke dalam bisnis yang berpotensi menguntungkan.

Di situ Novi merasa nyambung dengan passion yang Novi miliki dengan membuat website. Novi baru paham bahwa cara orang sukses di dunia dengan saham, bukan jualan produknya. Mulailah Novi berkecimpung di dunia saham perusahaan aplikasi hingga ia menjadi Chief Executive Officer (CEO) di sebuah perusahaan aplikasi di Kuala Lumpur. Karier Novi di perusahaan itu terus menanjak hingga ia berhenti karena beda tujuan dengan perusahaan tersebut.

Novi yang pernah kuliah di Sekolah Vokasi UGM jurusan Akuntansi angkatan 2009 dan lulus tahun 2011, merintis aplikasi Callind atau Call Indonesia. Aplikasi yang belum launching secara resmi rupanya sudah diunduh oleh 193.000 pengguna hingga 5 Februari 2018 lalu.

Karier Novi yang ia jalani sampai saat ini selalu dilakukan tanpa menyerah. Memang pantang menyerah dan tidak takut mencoba sudah menjadi prinsip hidup Novi. “Jangan pernah takut untuk mencoba. Ketika kita gagal jangan pernah nyerah. Kalau kita menyerah ya sudah selesai semuanya. Kalau kita terus mencoba lalu gagal, kita harus coba lagi. Yakin kok kalau kita berusaha, kerja cerdas, kerja keras dengan doa maka apa yang kita inginkan akan tercapai,” ungkap Novi memberi inspirasi bagi anak muda yang ingin berkarya. [Ashilly Achidsti]