BULAKSUMUR, KAGAMA.CO—Bakat bisnis Novi Wahyuningsih (26) bermula dengan bergabung di Multi Level Marketing (MLM). Saat kuliah semester 2 ia kenal seseorang dan diprospek bisnis.

“Kalau nggak salah saya sedang di kantin. Ada orang dari kampus lain minta nomor hp dan ajak kenalan. Singkatnya, saya masuk ke MLM dan kuliah agak berantakan karena nyari member baru terus. Sampai akhirnya saya di posisi lumayan bagus di 6 bulan dan punya bintang. Pada titik tertentu saya merasa ini bukan jalan hidup saya karena ada banyak yang dirugikan. Saya balik lagi ke kuliah untuk memperbaiki studi karena sering nggak masuk dulu,” ungkapnya.

Juga, sebelumnya, dunia politik pernah dicoba digeluti Novi. Saat itu usianya masih 21 tahun. Ia mencalonkan diri menjadi anggota DPR RI termuda dari Kebumen, Jawa Tengah. Namun, nasib belum berpihak kepadanya. Novi gagal di ranah politik. Suara yang ia peroleh belum cukup menjadikan Novi sebagai anggota DPR RI.

“Suatu hari saya melihat iklan Bu Rustriningsih, mantan Bupati Kebumen 2 periode dan mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah. Saya terinspirasi membaca cerita beliau, bagaimana anak loper koran bisa sampai di posisi seperti itu. Ketika itu saya berpikir bahwa kalau saya mau membuat sosial media kan saya belum tahu regulasi pemerintah seperti apa, jadinya saya terpikir untuk dekat dengan pemilik kebijakan,” ceritanya kepada kagama.co di Resto UC UGM, tanpa menyesal gagal di ranah politik.

Gagal menjadi anggota DPR RI termuda tidak membuat Novi patah arang. Novi bangkit lagi dan fokus ke dunia bisnis aplikasi. Ia memulai membangun perusahaan sendiri. Pada Maret 2016 Novi mencari nama yang bagus untuk sosial media (sosmed). Ada beberapa nama sosmed yang muncul, akhirnya terpilih Call Indonesia atau Callind.

“Saya mencari tim sampai akhirnya mulai developt dan merancang fokus aplikasinya seperti apa. Callind menggabungkan komunikasi, transaksi, dan informasi. Tahun 2016 kita developt sampai Januari 2017 baru muncul,” cerita Novi tentang aplikasi Callind yang ia gagas dan kembangkan.