Penelitian di Bidang Kesehatan Harus Jadi Prioritas

54
dr. Tirta menyebut, penting juga bagi masyarakat Indonesia untuk bersatu mencari solusi dan menghadapi kondisi sekarang, daripada saling menyalahkan. Foto: Ist
dr. Tirta menyebut, penting juga bagi masyarakat Indonesia untuk bersatu mencari solusi dan menghadapi kondisi sekarang, daripada saling menyalahkan. Foto: Ist

KAGAMA.CO, JAKARTA – PSBB jika dilakukan terus-menerus, bisa dipastikan ekonomi Indonesia akan memburuk secara masif.

Mengutip data dari Kementerian Ketenagakerjaan, dokter dan aktivis kemanusiaan, dr. Tirta Mandira Hudhi mengungkapkan, jumlah pekerja yang di-PHK telah mencapai angka dua juta orang.

Bersamaan dengan itu, pertumbuhan stuck di angka dua persen, hampir 75 persen UKM gulung tikar. Hal ini diikuti dengar terpuruknya sektor ekonomi di bidang pariwisata, APBN yang tidak yakin cukup menutup kebutuhan, hingga BPJS yang saat ini dalam keadaan gagal bayar.

“Solusinya apa? Ya edukasi ke masyarakat terus menerus. Covid-19 merupakan masalah besar yang tidak akan pernah mudah dihadapi, kita harus akui kenyataan itu,” tegasnya.

Hal tersebut dia sampaikan dalam seminar KAGAMA Health and Caring bertopik New Normal: Perilaku Hidup Sehat, Bijak Memilih Obat dan Suplemen Kesehatan Selama Pandemi Covid-19 pada Sabtu (13/6/2020) secara daring. Acara yang digelar PP KAGAMA tersebut dihadiri oleh sekitar 500 orang peserta.

Baca juga: Tanya Jawab tentang Rasisme dan Diskriminasi Papua

Selain Tirta, hadir dalam seminar tersebut Sekretaris Jenderal PP KAGAMA, AAGN Ari Dwipayana; Ketua II PP KAGAMA, Bambang E Marsono; Wakil Sekjen PP KAGAMA Hasannudin M Kholil; dan narasumber Prof. Zullies Ikawati, Ph. D, Apt, dosen Fakultas Farmasi UGM dan pengurus IAI. Bertindak sebagai moderator Lusy Noviani, Manager Farmasi RS Atma Jaya.

Tirta menyampaikan, saat ini Indonesia harus menghadapi dunia baru yang sangat abu-abu, yaitu new normal.

Dalam new normal, masyarakat diperbolehkan beraktivitas kembali. Tetapi dengan mematuhi protokol pencegahan Covid-19, termasuk menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan lain-lain.

“Pertanyaannya, sampai kapan kita akan pakai masker terus? Tidak bisa dipastikan pandemi ini kapan berakhirnya,” jelas alumnus FK-KMK UGM angkatan 2009 itu.

Terlepas dari berbagai kendalanya, Tirta menegaskan edukasi menjadi salah satu cara yang dinilai masih relevan untuk menangani Covid-19 hingga hari ini. Tak peduli jikalau masyarakat merespon negatif.

Baca juga: Alumnus HI UGM Angkatan 1989 Dilantik Jadi Staf Ahli Kemenko Marves