Peneliti UGM Temukan Cara Sederhana Bersihkan Limbah Merkuri dengan Bahan Lokal

172
Cemaran merkuri memiliki segudang efek yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan. Foto: Humas UGM
Cemaran merkuri memiliki segudang efek yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan. Foto: Humas UGM

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat pencemaran merkuri tertinggi di dunia.

Padahal, cemaran ini memiliki segudang efek yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Guna mengatasi masalah ini, Dosen dan peneliti dari Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Ir. Agus Prasetya, M. Eng. Sc., Ph.D., mengembangkan penelitian tentang cara penghilangan merkuri dalam air dengan bahan lokal.

“Awalnya, penelitian ini berawal dari keprihatinan kami soal masalah cemaran  merkuri akibat tambang emas skala kecil dan illegal yang dalam praktiknya hampir semua menggunakan merkuri,” tutur Agus kala diwawancara pada Jumat (21/2/2020).

Baca juga: Wisudawati Fakultas Kedokteran Hewan UGM Ini Sudah Punya Bisnis Sapi dan Ditunggu Patung Liberty

“Cemaran merkuri itu tersebar dalam limbah tambang, masuk ke air, kemudian menyebar ke mana-mana,” tambahnya.

Agus melanjutkan, limbah yang mengandung merkuri dapat menimbulkan problem kesehatan pada masyarakat karena cemaran merkuri yang terserap oleh tanah, terambil oleh tanaman, dan masuk ke dalam binatang.

Kandungan merkuri tersebut dapat masuk ke badan manusia dan terakumulasi lalu menimbulkan masalah kesehatan yang serius.

Kata Agus, cemaran merkuri dapat menimbulkan beragam penyakit degeneratif pada anak-anak di sekitar penambangan.

Dia menyebut beberapa kasus yang muncul. Seperti kerapuhan tulang, imbisil atau keterbelakangan mental, serta bayi yang lahir tanpa tengkorak kepala.

Baca juga: Ingin Kuliah di Fakultas Peternakan? Berikut Prospek Kariernya