Agus mengatakan workshop yang digelar selama 4 hari pada tanggal 18-21 Juli 2018 ini mengangkat tema Indonesian Renewable Energy Related Issues. Bertempat di Australian National University, Canberra and Monash University, Melbourne, kegiatan ini mendiskusikan kegiatan AIC tahap pertama yang telah dilaksanakan beberapa waktu sebelumnya dan membahas rencana dan topik kolaborasi riset mendatang.

Turut hadir dalam kesempatan ini dari Australia Indonesia Centre yaitu Helen Fletcher-Kennedy sebagai Chief Operating Officer dan Professor Ken Baldwin, Director The ANU Energy Change Institute & ANU Public Policy Fellow sebagai tuan rumah di ANU pada pertemuan pertama 18-19 Juli 2018.

Dalam acara ini para peserta juga melakukan kunjungan ke fasilitas laboratorium Solar Thermal Group di ANU.  Selain itu juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi bersama peneliti dan penggiat bidang energy terbarukan di Windlab, Canberra, Dr Nathan Steggel.

Saat itu dia menyampaikan perkembangan Australia sudah mencapai target 20% bauran energi terbarukan pada tahun 2018 ini. Hal tersebut telah melampaui target awal yang sebelumnya ditargetkan akan dicapai pada tahun 2020. (Humas UGM/Ika)