Peneliti PSKK UGM Soroti Kapasitas Penduduk dan Pengelolaan Konflik di Ibu Kota Baru

63

Baca juga: Mahfud MD: Indonesia Perlu Manusia yang Terdidik

Satu poin yang tak kalah menarik yaitu dari segi proyeksi penduduk Kaltim Menurut Kabupaten/Kota 2015-2025, kelompok masyarakat yang akan dipindah adalah PNS dari Jakarta ke ibu kota baru ada sekitar 1,6 juta orang.

“Dari 159.386 penduduk jadi 1,76 juta dalam waktu 5 tahun proses pemindahan. Hal ini akan memberi efek signifikan pada pertumbuhan penduduk,” jelas Sukamdi.

Meskipun rencana ini dinilai tepat, pemerintah perlu meninjau lebih dalam lagi soal kapasitas penduduk.

Sukamdi menyarankan agar dibuat target kapasitas penduduk.

Baca juga: Sumbangsih Mahasiswa UGM di Awal Kemerdekaan RI

Beberapa dampak yang kemungkinan muncul dari adanya peningkatan kapasitas penduduk adalah munculnya marginalisasi penduduk lokal, segmentasi pasar kerja dan konflik.

“Sepakat saja kalau pindah. At least bisa memecah pertumbuhan, sehingga bisa memberi efek pada distribusi penduduk,”ujar Sukamdi.

Alternatif lainnya yaitu perlu dibuat kota sekunder atau tersier guna mengurangi kepadatan penduduk setelah urbanisasi.

Sementara Setiadi yang menilik dari sisi sosio-antropologis menyebutkan bahwa Kecamatan Samboja yang menjadi kandidat ibu kota baru ini tidak memiliki suku asli.

Baca juga: Asmat, Panggung Budaya Indonesia di Papua