Peneliti Alumnus UGM Ini Yakin Harimau Jawa Masih Eksis di Indonesia

448

Baca juga: Perjalanan Panjang Hari Hardono Membangun Kelompok Usaha Beromzet Triliunan

Didik juga menemukan plastercast, jejak kaki hewan pada tahun 2017 dengan ukuran ring di atas 10 cm.

Dia meyakini dengan bukti yang ada, plastercast tersebut merupakan jejak harimau Jawa.

Jejak yang sama juga ditemukan pada 2016 berukuran 14 x 16 cm. Ini juga menunjukkan bahwa harimau jawa masih ada.

Selain jejak kaki, kata Didik, tanda kehadiran harimau Jawa juga bisa ditemukan dalam bentuk jejak garutan (bekas harimau jawa yang mencakar permukaan benda).

Jika garutan di atas tanah memiliki ukuran panjang hingga di atas 50 cm, maka bisa dipastikan itu merupakan garukan harimau Jawa.

Baca juga: Kuatkan Ekonomi Masyarakat, Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem UGM Berdayakan Kelompok Wanita Tani di Desa Selopamioro

Pada 2017, Didik menemukan jejak garukan berukuran panjang 60 cm dengan lebar 14 cm.

Kemudian garutan sebelumnya juga pernah ditemukan di permukaan batang pohon pada tahun 1997 yang berlokasi di Meru Betiri, pada batang pohon mahoni tahun 2019 di Yogyakarta dengan panjang 2 meter.

Khusus jejak yang ditemukan di Yogyakarta, diperkirakan harimau jawa tersebut berukuran sebesar macan tutul.

Tanda kehadiran lainnya yaitu feses atau kotoran harimau jawa yang biasanya memiliki diameter di atas 4 cm.

Telah ditemukan feses berukuran 7 cm ditemukan di Jember dan feses berukuran 6 cm di Taman Nasional Meru Betiri, dan feses berukuran 5 cm di Jawa Tengah.

Baca juga: Langkah G2R Tetrapreneur Perkuat BUMDesa di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru