Pendirian Kabupaten Banyumas adalah Siasat Politik Joko Tingkir

84
Dosen UNY alumnus UGM, Dr. Purwadi, M Hum., menjelaskan sejarah Kabupaten Banyumas yang tak lepas dari upaya Jaka Tingkir dalam memimpin Kesultanan Pajang. Foto: javapostfileswordpresscom
Dosen UNY alumnus UGM, Dr. Purwadi, M Hum., menjelaskan sejarah Kabupaten Banyumas yang tak lepas dari upaya Jaka Tingkir dalam memimpin Kesultanan Pajang. Foto: javapostfileswordpresscom

KAGAMA.CO, BANYUMAS – Lembaran baru periode kerajaan di Jawa dibuka kala pengaruh Islam datang.

Saat kalender Masehi menunjukkan tahun 1475, Kesultanan Demak berdiri.

Demak pimpinan Raden Patah merupakan kerajaan bercorak Islam pertama di tanah Jawa.

Kemunculan Kesultanan Demak pun sekaligus mengakhiri era Majapahit.

Ketika Demak masih dipimpin Joko Tingkir, ada satu wilayah di Kadipaten Semarang yang cukup mencuri perhatian. Wilayah itu adalah Kawedanan (Kecamatan) Banyukerto.

Baca juga: Jumlah Kasus Corona di Indonesia Semakin Tinggi, Mengapa?

Menurut Ketua LOKANTARA (Lembaga Olah Kajian Nusantara), Dr. Purwadi, M.Hum, kala itu Banyukerto mengalami kemajuan di berbagai sektor.

Terutama saat dipimpin oleh Ki Ageng Pandan Aran yang masih memiliki ikatan darah dengan Raden Patah.

“Lama kelamaan daerah Banyukerto semakin maju. Pertanian, perkebunan, peternakan, dan perdagangan berjalan lancar,” kata Purwadi.

“Rakyat pun hidup makmur sejahtera,” sambung alumnus Fakultas Filsafat dan Fakultas Ilmu Budaya UGM ini.

Kemajuan yang diraih Banyukerto tidak surut kala kekuasaan beralih dari Demak ke Pajang. Mata Sultan Hadiwijaya (Joko Tingkir) tidak luput akan hal itu.

Baca juga: Anastasia Dea Merasa Misa Kampus UGM Lebih Banyak Memberikan Suka ketimbang Duka