Pendidikan dan Regulasi Kunci Penting Lawan Pelanggaran Etika Bisnis di Era Digital

96
Pakar etika bisnis dan profesi akuntasi UGM, Prof. Mahfud Sholihin menyebut, penting menghadirkan satu mata kuliah yang fokus membahas etika bisnis. Foto: FE UNY
Pakar etika bisnis dan profesi akuntasi UGM, Prof. Mahfud Sholihin menyebut, penting menghadirkan satu mata kuliah yang fokus membahas etika bisnis. Foto: FE UNY

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Pelanggaran etika bisnis masih sering kita temui. Kendati sudah memahami betul konsekuensi atas pelanggarannya, nampaknya kesadaran akan pentingnya etika bisnis masih perlu digalakkan.

Pakar etika bisnis dan profesi akuntasi UGM, Prof. Mahfud Sholihin, Ph.D, mengatakan bahwa bisnis yang dibangun dengan tidak etis pastinya tidak akan sustain.

“Bisnis yang tidak etis akan merugikan masyarakat. Etika bisnis memberikan dampak positif bagi pelaku bisnis maupun perusahaan, masyarakat pun juga diuntungkan dengan itu,” jelasnya saat dihubungi Kagama.

Bisnis yang etis, kata Mahfud, tidak akan merusak lingkungan. Jika mereka merusak lingkungan dalam jangka panjang, sudah pasti perusahaan bakal terkena masalah.

Dampak yang lebih parah di masa depan, lingkungan yang rusak bisa menyebabkan bencana.

Baca juga: Refleksi Ramadan Puitik yang Baru Saja Lewat

Ada pun pelanggaran etika lain yang kerap ditemui misalnya pelanggaran etika terhadap karyawan, khususnya terkait gaji, pesangon, jam kerja, dan sebagainya.

“Bisnis yang etis, pasti karyawannya akan berkomitmen terhadap perusahaan, bahkan bisa bekerja lebih dari harapan perusahaan dan semakin inovatif, sehingga menguntungkan perusahaan,” tutur Mahfud.

Begitu juga sebaliknya, bisnis yang etis juga mengurangi probabilitas karyawan untuk dipecat atau terkena PHK.

Apalagi di era digital saat ini, merujuk pada pemikiran seorang ahli, Mahfud menerangkan, isu etika bisnis yang laten identifikasinya meliputi suap, pencurian, pemaksaan, intimidasi, penipuan, dan diskriminasi.

“Misalnya penipuan di era digital, bentuknya seperti manipulasi laba dan manipulasi informasi.”

Baca juga: Cerita Ketua KAGAMAHUT Jatim yang Dapat Nilai Bagus Setelah Ikut Aksi di Bunderan UGM