Pemerintah Gelontorkan Rp210 Triliun untuk Dukungan Dunia Usaha

196
Kepala Bidang Perbankan, Kemenko Perekonomian RI, Eni Widiyanti, mensyukuri pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinilai masih positif walaupun sangat rendah. Foto: Ist
Kepala Bidang Perbankan, Kemenko Perekonomian RI, Eni Widiyanti, mensyukuri pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinilai masih positif walaupun sangat rendah. Foto: Ist

KAGAMA.CO, JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2020, hanya mencapai 2,97 persen. Persentase ini mengalami penurunan dibandingkan triwulan IV tahun 2019.

Meskipun demikian, Kepala Bidang Perbankan, Kemenko Perekonomian RI, Eni Widiyanti, mensyukuri pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinilai masih positif walaupun sangat rendah.

Hal itu dia sampaikan dalam seminar daring KAGAMA Inkubasi Bisnis X bertajuk Best Practice Manajemen Krisis: Membangun Network dan Potensi Funding Untuk Melewati Masa-masa Sulit, pada Sabtu (30/5/2020).

Acara yang diikuti 620 peserta tersebut diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (PP KAGAMA).

Selain Eni, seminar juga dihadiri Wimboh Santoso (Ketua Dewan Komisioner OJK) sebagai keynote speaker; Ganjar Pranowo, Ketua Umum PP KAGAMA; Bambang Esti Marsono, Ketua II PP KAGAMA, serta para narasumber: Friderica Widyasari Dewi (Direktur Utama PT Danareksa Securitas), dan Arief Bintoro Dibyoseputro (nstitutional Relation PT Sri Rejeki Isman Tbk alias Sritex).

Baca juga: Syawalan Daring KAGAMA Jadi Momentum Menggerakan Energi Positif dan Solutif Hadapi Pandemi COVID-19

Bertindak sebagai moderator Aji Erlangga, Ketua Departemen Peningkatan Kompetensi Alumni, PP KAGAMA. Selain itu hadir juga pembahas utama Dandung S Harninto, pengurus Kadin bidang Konstruksi dan Infrastruktur serta Cahyadi, Ketua ABDSI (Asosiasi Pendamping UMKM).

Menurut Eni, pemerintah sudah memberikan dukungan fiskal untuk masyarakat, yakni bantuan sosial Rp110 triliun dan kesehatan Rp75 triliun pada sisi rumah tangga.

Selain itu juga insentif industri Rp 70,1 triliun dan pemulihan ekonomi Rp150 trilun pada sisi dunia usaha.

Bentuk dukungan dunia usaha senilai lebih dari Rp210 triliun tersebut antara lain berupa keringanan pajak, penyertaan modal negara, serta penundaan angsuran dan subsidi bunga pada Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan berbagai kredit program pemerintah lain.

Kebijakan KUR pada masa pandemi diberikan sesuai dengan kebijakan Presiden Joko Widodo yang menetapkan Covid-19 sebagai bencana nasional.

Baca juga: Saran Bupati Kabupaten Puncak Alumnus UGM untuk Hadapi Kelangkaan Pangan: Kembali ke Tradisi Leluhur