Pemenang Lomba Cipta Citra Batik UGM 2019 Akui Dapat Inspirasi Dua Minggu Saja

134
Karya cipta batik Gurda Kusuma Griya memang tepat digunakan sebagai seragam UGM dan memungkinkan dikembangkan lebih jauh. Foto: Tsalis
Karya cipta batik Gurda Kusuma Griya memang tepat digunakan sebagai seragam UGM dan memungkinkan dikembangkan lebih jauh. Foto: Tsalis

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Rangkaian acara Festival Batik Nusantara UGM 2019 telah mencapai puncak dengan digelarnya Malam Pagelaran Batik Nusantara, Rabu (11/12/2019) di Grha Sabha Pramana, Yogyakarta.

Agenda yang diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis ke-70 UGM ini digagas oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) UGM bersama Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI).

Acara diawali dengan peragaan para pemenang Lomba Fashion Show yang dilaksanakan pada Senin (9/12/2019) hingga Selasa (10/12/2019) lalu.

Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan dari Nur Indrianti Panut Mulyono, M.T., D.Eng., yang merupakan Ketua Panitia Festival Batik Nusantara dan sekaligus Ketua DWP UGM.

Istri dari Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU, ASEAN Eng. itu menjelaskan tentang pemilihan tema Batik Nusantara Mengangkat Martabat Bangsa Indonesia dalam Festival Batik edisi tahun ini.

“Karena dengan batik, banyak sekali masyarakat di Indonesia yang tergerak untuk bisa membangun dan menggerakkan perekonomian,” tuturnya kepada audiens, termasuk Kagama.

Pihaknya juga berharap penyelenggaraan Festival Batik kali ini dapat memberikan kesan berarti bagi hadirin untuk dapat melestarikan dan menjunjung batik sebagai warisan budaya Indonesia.

Baca juga: Ganjar Pranowo Raih Piala Anggakara Birawa Berkat Sistem Pengaduan Terbuka Provinsi Jateng

Sementara itu Wakil Ketua Panitia Dies Natalis ke-70 UGM, Drs. Gugup Kismono, M.B.A., Ph.D., menilai bahwa penyelenggaraan Festival Batik kali ini tergolong sukses.

“Festival Batik tentu penting dalam konteks untuk menguatkan jati diri UGM sebagai universitas kebudayaan. Selain itu, acara ini selaras dengan tagline UGM yakni mengakar kuat menjulang tinggi,” tuturnya.

Dia juga berharap acara semacam ini mampu membuat Indonesia mendapatkan respek dari dunia.

Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM ini mengakhiri sambutannya dengan pantun “Ikan Kembung burungnya gelatik, mari bung melestarikan batik”.

Lomba Cipta Citra Batik

Acara berlanjut dengan pembacaan lima nomine pemenang Lomba Cipta Citra Batik.

Kelima nomine itu adalah adalah Bayu Bagas Damara dengan motif Pancasila Latar Beras Wutah.

Zunalia Akhmad dengan motif Batik Harmoni Jogja, Agung Sulistyo dengan motif Batik Jagat in UGM.

Baca juga: Kisah Mendiang Simbah Iringi Perjalanan Hidup Prof. Adi Heru Sutomo