SLEMAN, KAGAMA – Presiden Direktur PT Angkasa Pura I Drs Danang Setya Baskoro, MBA  menegaskan bahwa dengan dibangunnya New Yogyakarta International Airport (NYIA) di kawasan Congot, Temon, Kulonprogo, DIY akan menyejahterakan masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya. Pembangunan bandara itu juga menjadi market bagi para pelaku  Usaha  Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Oleh sebab itu, pihaknya menyiapkan perkampungan di area bandara agar bisa dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM.

Hal tersebut disampaikan Danang dalam Dialog Budaya dan Gelar Seni “Yogya untuk Semesta” ke-94 di Ballroom Sahid Rich Jogja Hotel, Yogyakarta.  Acara bertajuk Akselerasi Pembangunan Ekonomi DIY ini digelar pada Selasa (24/01/2017) kerjasama Komunitas Budaya Yogya Semesta dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY dan Jogja-Incorporated.

“Kompetisi di kancah internasional meningkat. Tapi, pertumbuhan ekonomi yang paling besar adalah di Asia Tenggara. Indonesia punya SDA (Sumber Daya Alam) yang besar, destinasi wisata dunia, dan keberagaman budaya. Ini merupakan peluang,” ujar alumnus Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM ini.

Dalam kesempatan tersebut, dia memaparkan tentang perancangan, perencanaan, serta percepatan pembangunan Bandara dan Airport City sebagai destinasi wisata prioritas. Kawasan cepat tumbuh berbasis bandara itu, kata dia, merupakan jaringan transportasi yang terintegrasi melalui paket tur berjaringan dengan objek wisata di DIY-Jateng. “Dengan demikian, adanya NYIA ini akan menyejahterakan masyarakat Jogja dan sekitarnya, dan market bagi UMKM,” imbuhnya.

Turut hadir sebagai pembicara, Prof  Wihana Kirana Jaya, MSc Soc, Ph D, staf  khusus Menteri Perhubungan, dan Prof  Dr  Tech Danang Parikesit, M Sc Eng, Komisaris PT KAI (Persero). Acara juga dihadiri oleh GKR Mangkubumi, Agus Bastian, SE, MM, (Bupati Purworejo, Jawa Tengah), Budi Hanoto (Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY), Eko Suwanto (Ketua Komisi A DPRD DIY). (mth)