Pemakaman Mewah ala Orang-orang Kaya

7

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Meninggal merupakan akhir dari siklus kehidupan manusia di dunia. Perpisahan antara orang yang telah meninggal dengan yang masih hidup mendorong manusia untuk memberikan penghormatan terakhir dalam berbagai macam cara.

Ada yang mengawetkan dan menyimpan jenazah sesuai adat, melakukan kremasi, atau menguburkannya dengan ajaran agama yang dianut.

Di Indonesia, cara menghormati jenazah yang paling banyak dilakukan adalah menguburkannya di pemakaman. Dalam tesis berjudul Mewah Sampai Mati: Praktik Konsumsi Terhadap Kuburan San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat, Khalidah Nizma Fritz menjelaskan bahwa pemakaman biasanya selalu dianggap menyeramkan dan sebisa mungkin dijauhi oleh orang-orang yang masih hidup.

Akan tetapi, peresmian kuburan bernama San Diego Hills pada lahan 500 ha telah mengubah pandangan tersebut. San Diego Hills memiliki konsep taman dan menawarkan berbagai fasilitas mewah, sehingga dapat dijadikan sebagai pemakaman, sekaligus tempat wisata dan acara pernikahan.

Fenomena pergeseran nilai pemakaman ini kemudian dipahami oleh Khalidah sebagai salah satu bentuk upaya orang-orang kaya untuk menunjukkan eksistensi dan selera yang berbeda dari orang-orang kebanyakan.

Menurutnya, orang-orang yang lebih memilih memakamkan jenazah di San Diego Hills memang berniat seperti itu, meskipun tidak semua orang menunjukkannya secara terang-terangan.

“Apabila orang kebanyakan membeli tanah kuburan di tempat pemakaman umum dan dibutuhkan pada saat itu juga, maka orang kaya telah membeli tanah kuburan sebelum dibutuhkan,” tulis Khalidah dalam tesisnya di Magister Kajian Budaya dan Media UGM, 2015.

Dengan memakamkan jenazah di San Diego Hills, tulis Khalidah, orang-orang kaya tersebut mendapatkan fasilitas yang tidak hanya ditujukan pada jenazah saja, tetapi juga untuk orang yang berziarah.

“Melalui pemakaman di kuburan mewah inilah, mereka merasa lebih eksis dan diakui keberadaannya,” tulisnya.(Tita)