Pelayanan Kesehatan di Wilayah Terpencil Bengkulu Belum Maksimal

24
Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu sebaiknya melakukan pengobatan khusus bagi pasien yang menderita penyakit tertentu, yang tidak bisa ditangani oleh Puskesmas. Foto: myedisi.com
Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu sebaiknya melakukan pengobatan khusus bagi pasien yang menderita penyakit tertentu, yang tidak bisa ditangani oleh Puskesmas. Foto: myedisi.com

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Setiap daerah di Indonesia terus melakukan upaya pemerataan pelayanan kesehatan ke seluruh wilayah, tak terkecuali di Provinsi Bengkulu, terutama di wilayah tertinggal.

Upaya tersebut dilakukan oleh Dinas Kesehatan daerah setempat melalui Pelayanan Kesehatan Bergerak di Daerah Terpencil, Tertinggal, dan Kepulauan (PKB DTPK).

Peneliti dari S2 Kesehatan Masyarakat UGM, Dessyana Iriani, Irma Fitrilia, dan Wing Ma Intan, menelusuri lebih jauh tentang Keefektifan Kegiatan Program PKB DTPK berdasarkan pendekatan sumber, proses, dan sasaran.

Mereka memaparkannya dalam penelitian yang berjudul Masih Perlukah Program Pelayanan Kesehatan Bergerak Pada Daerah Terpencil, Tertinggal dan Kepulauan (Pengobatan Massal Gratis) di Provinsi Bengkulu? tahun 2019.

Program penyuluhan kesehatan tersebut meliputi pengobatan massal, penyuluhan kesehatan, transfer ilmu tenaga kesehatan dari dokter, pemeriksaan gula darah urat, serta pemberian bahan kontak berupa sabun mandi, sikat gigi, dan pasta gigi kepada masyarakat.

Baca juga: Selain Rawan Diselingkuhi, Berikut Dampak Negatif Pernikahan Anak

“Kegiatan PKB DTPK dilakukan hanya sekali waktu dan dengan berbagai keterbatasan sehingga perlu dilakukan penilaian bagaimana manfaat dan keberlanjutan program tersebut,” tulis peneliti.

Peneliti menemukan, dokter dan tenaga kesehatan yang turun ke lapangan sebanyak 14 orang.

Kemudian obat-obatan yang dibawa sebagian besar bersumber dari puskesmas.

Sementara Dinas Kesehatan sebetulnya juga menyediakan obat-obatan, tetapi jumlahnya terbatas.

Sebab, anggaran dari Dinas Kesehatan Provinsi juga terbatas.

Baca juga: Sulhan Tak Pernah Punya Cukup Uang untuk ‘Membeli’ Waktu