Pasien Tanpa Gejala adalah Penyebar Berbahaya Virus Korona

207
Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Budi Setiadi Daryono, S.Si.,M.Agr.Sc., Ph.D., membabar penyebaran virus korona. Foto: Reuters
Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Budi Setiadi Daryono, S.Si.,M.Agr.Sc., Ph.D., membabar penyebaran virus korona. Foto: Reuters

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Virus Korona, 2019-nCOv alias Covid-19, menjadi ancaman ketika dunia baru saja memasuki tahun 2020.

Virus yang lahir di Kota Wuhan, Tiongkok, tersebar secara cepat.

Berbeda dari virus-virus pneumonia (infeksi pada kantung-kantung udara di dalam paru) lainnya yang pernah menginfeksi manusia.

Pernyataan ini sebagaimana disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Biologi UGM, Prof. Budi Setiadi Daryono, S.Si.,M.Agr.Sc., Ph.D.

Budi mengatakan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) awalnya melaporkan bahwa secara umum pasien yang positif terinfeksi Covid-2019 adalah mereka yang berinteraksi langsung dengan pasar seafood di Wuhan.

Guru Besar Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., memberikan pandangannya terkait virus korona. Foto: Inur
Guru Besar Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., memberikan pandangannya terkait virus korona. Foto: Inur

Baca juga: Musda KAGAMA Bali Digelar Hari Ini, 100 Persen Panitianya KAGAMA Muda

Atau, katanya, yang berinteraksi dengan pasien yang telah terinfeksi.

“Diduga terjadi zoonosis (penularan dari hewan ke manusia) dalam kasus infeksi Covid-2019,” kata Budi, melansir Jawa Pos.

“Namun, seiring perkembangan, diketahui bahwa terjadi penularan dari manusia ke manusia yang menyebabkan virus itu mewabah pesat,” terang pria kelahiran 1970 ini.

Budi pun menjelaskan proses penularan virus hewan dapat dengan mudah menginfeksi manusia.

Menurutnya, itu terjadi karena adanya interaksi dan hubungan evolusi yang cukup dekat antara manusia dan hewan, khususnya mamalia.

Baca juga: KAGAMA Dorong UMKM dan Pelaku Bisnis Lampung Kembangkan Usaha Lewat Digital Marketing