Pandemi Covid-19 Menuntut Akademisi untuk Semakin Inovatif dan Melek Teknologi

77
Para akademisi dan staf harus memutar otak agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung di masa krisis. Foto: Dok Pri
Para akademisi dan staf harus memutar otak agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung di masa krisis. Foto: Dok Pri

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Layaknya aspek-aspek kehidupan lain, pandemi Covid-19 juga mengubah tatanan di dunia pendidikan.

Para akademisi dan staf harus memutar otak agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung di masa krisis.

Dekan Fakultas Farmasi UGM, Prof. Agung Endro Nugroho, M.Si., Ph.D., Apt., mengatakan, salah satu yang menjadi perhatian dunia pendidikan saat pandemi menyerang adalah pengadaan kuota internet mahasiswa.

“Karena mau tidak mau mahasiswa mengikuti perkuliahan dari rumah secara daring. Jadi kuota internet jadi perhatian utama,” ujar Agung.

Hal tersebut dia bahas dalam diskusi Bersiap Menuju Era New Normal yang digelar oleh UGM dan Pusat Ikatan Apoteker Indonesia, pada Selasa (9/6/2020).

Baca juga: Walikota Genius Alumnus UGM Sulap Pantai Belibis Jadi Destinasi Wisata Baru di Pariaman

Selain itu, kata Agung, penyediaan kuota internet juga harus diimbangi dengan jaringan internet yang memadai.

Menurut Agung, ini menjadi tantangan berat, karena jaringan internet yang berkualitas belum merata di Indonesia. Sehingga kelancaran perkuliahan secara daring hanya terjadi di beberapa kalangan saja.

Kemudian komponen yang tak kalah penting adalah teknologi informasi yang dimiliki mahasiswa.

Agung mengatakan, tidak semua mahasiswa memiliki perangkat teknologi yang up to date, sehingga ini juga menghambat perkuliahan daring.

“Perkuliahan daring bisa memenuhi kebutuhan pembelajaran secara knowledge. Tetapi, kalau untuk skill dan experince, ini agak sulit,” ujar pria kelahiran 1976 ini.

Baca juga: Plt Dirjen Dikti Nizam Bicara soal Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi Menyongsong New Normal