Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Manusia untuk Kembali ke Fitrahnya

208
Menuru Ketua KAGAMA Filsafat ini, pandemi menjadi momentum untuk menyadarkan manusia kembali pada fitrahnya. Foto: Ist
Menuru Ketua KAGAMA Filsafat ini, pandemi menjadi momentum untuk menyadarkan manusia kembali pada fitrahnya. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Pemikiran manusia sejak abad pertengahan sampai sekarang, telah membentuk cara pandang kita sebagai manusia.

Termasuk berbagai sikap manusia dalam menghadapi persoalan yang ada.

Ketua KAGAMA Filsafat, Drs.Achmad Charris Zubair, MA menuturkan, pandemi Covid-19 telah menimbulkan banyak perubahan.

“Reaksi Eropa atas perubahan yang terjadi pada abad pertengahan telah memunculkan positivisme di bidang keilmuan, liberalisme di bidang gerakan dan pemikiran, serta kapitalisme di bidang ekonomi.”

“Hal ini masih ditambah dengan revolusi industri, membuat dunia modern berproses sampai akhirnya manusia menapaki zaman sekarang. Meskipun di tengahnya bermunculan kritik terhadap modernitas yang dikenal sebagai postmodern,” jelasnya.

Baca juga: Dubes Salman Tunjuk Konsul Kehormatan untuk Perkuat Diplomasi Ekonomi Indonesia di Afrika Selatan

Hal tersebut dia sampaikan dalam acara Konferensi Himpunan Dosen Etika Seluruh Indonesia (HIDESI), bertajuk Refleksi Etis, Filosofis, Sosiologis, Religius-Teologis atas Pandemi Covid-19, yang digelar pada Rabu (7/10/2020)secara daring.

Fenomena tersebut, kata Charris, melampaui batas-batas kemampuan manusia yang di masa lalu tidak pernah terbayangkan.

Seperti yang kita saksikan sekarang, dengan kemajuan teknologi kita menjadi lebih dekat dengan informasi yang dibutuhkan.

Kemudian dengan cepat pula informasi mendekat ke banyak orang.

Dari fenomana ini, Charris menyebut masyarakat juga memasuki era post truth.

Baca juga: Kebijakan Hijau pada Minyak Kelapa Sawit Ternyata Tidak Semata-mata untuk Penyelamatan Lingkungan