Pakar UGM Beri 5 Masukan Kepada Dewan Pertimbangan Presiden

125
Beberapa masukan diberikan para pakar UGM kepada Dewan Pertimbangan Presiden. Foto: Humas UGM
Beberapa masukan diberikan para pakar UGM kepada Dewan Pertimbangan Presiden. Foto: Humas UGM

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Selasa (21/1/2020) rombongan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) datang ke UGM untuk melakukan kunjungan kerja.

Ketua Wantimpres Wiranto tiba di UGM ditemani empat anggota Wantimpres, yakni Muhamad Luthfi Ali Yahya, Muhamad Mardiono, H.R. Agung Laksono, dan Sidarto Danusubroto, beserta beberapa staf.

Kedatangan mereka pun disambut oleh Rektor Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng, IPU., ASEAN Eng., yang ditemani jajaran pimpinan universitas, pimpinan fakultas, serta kepala pusat studi dan program magister UGM.

Kepada hadirin, Wiranto mengatakan maksud kedatangan rombongannya ke UGM.

“Kami merasa tugas ini tidak ringan karena kami harus memberi pertimbangan kepada Presiden sebagai kepala negara juga kepala pemerintahan, yang punya tanggung jawab besar kepada 262 juta masyarakat Indonesia,” kata Wiranto, melansir laman resmi UGM.

“Karena itu, kami harus mendengarkan masukan dari semua pihak, termasuk perguruan tinggi,” terangnya.

Secara khusus, Wiranto dan rekan-rekan Wantimpres ingin menerima masukan dari para pakar di UGM terkait strategi pembangunan nasional ke depan.

Baca juga: Raih Gelar Kehormatan, Menteri Basuki Hadimuljono Sukses ‘Balas Dendam’ kepada ITB

Para pakar UGM pun memberikan lima masukan kepada Wantimpres.

Lima masukan tersebut mencakup bidang ekonomi, sosial, hukum, pertanian, energi, serta keamanan dan terorisme, yang disampaikan dalam dialog selama lebih dari dua jam.

Selepas dialog dengan para pakar UGM berlangsung, Wiranto menyampaikan kesannya.

“Pertemuan yang singkat ini sangat produktif dan kami sangat berterima kasih kepada Rektor UGM yang sudah memberikan peluang bagi para dekan dan guru besar untuk memberikan masukan,” ucap Wiranto.

“Saya mencatat ada 17 masukan dan semuanya sangat positif,” jelas pria kelahiran Yogyakarta, 4 April 1947 ini.

Di sisi lain, Wiranto menilai diskusi dalam dua jam dirasa tidak cukup untuk membincangkan problem nasional yang berbagai rupa.

Oleh sebab itu, dia meminta agar kelak ada obrolan lanjutan antara para pakar UGM dengan kelompok ahli dari Wantimpres sebagai tindak lanjut dari diskusi yang telah berlangsung.

Baca juga: Gubernur Rohidin Mersyah Puji Kerja Kementerian PUPR Bangun Jembatan Terpanjang di Bengkulu