Pakar Neurologi UGM Lucas Meliala Tutup Usia

1182
Prof. Lucas dikenal sebagai dosen yang baik, sabar, penuh perhatian kepada mahasiswa, dan tidak suka marah. Foto: Istimewa
Prof. Lucas dikenal sebagai dosen yang baik, sabar, penuh perhatian kepada mahasiswa, dan tidak suka marah. Foto: Istimewa

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Prof. Dr. K.R.T. Lucas Meliala, Sp.Kj., Sp.S(K), tutup usia pada Kamis (25/7/2019) di RS. Panti Rapih Yogyakarta.

Sebelumnya, Guru Besar Purna Tugas Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM itu dikabarkan menderita sakit liver cancer.

Ucapan belasungkawa datang dari para sahabat, rekan kerja, dan murid-muridnya.

Salah satunya yaitu Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (SDID), Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D.

Semasa kuliah, Ghufron masih ingat saat mengikuti kelas Neurologi (ilmu penyakit saraf) Prof. Lucas, kira-kira pada 1986. Terutama dalam mata kuliah Manajemen Rasa Sakit (pain).

Baca juga: FKKMK UGM dan FAIMER Institute Buka Pusat Pelatihan Pendidikan Kesehatan

“Beliau sangat jelas dan gamblang dengan suara lantang dalam menerangkan,” ungkap Ghufron kepada KAGAMA.

Dengan demikian, kata Ghufron, tidak ada mahasiswa yang ngantuk atau tidur. Setiap penjelasannya, sesekali diselingi humor dan suasana jadi segar.

“Kelihatan beliau sangat menguasai ilmunya,” imbuh Ghufron.

Selain itu, Prof. Lucas juga dikenal sebagai dosen yang baik, sabar, penuh perhatian kepada mahasiswa, dan tidak suka marah.

Hal tersebut dialami oleh Prof. Dr. dr. Adi Heru Sutomo, DLSHTM., Ph.D., saat mengikuti kelas Neurologi.

Baca juga: Pengabdian Penghidang Mayat di FKKMK UGM

Kala itu, Adi Heru dan teman-teman seangkatan 1980 masih kuliah di Ruang Kuliah Mangkubumen yang berada di kompleks Ngasem, barat Kraton Ngayugyakarta.

Setelah lulus dan sama-sama menjadi dosen di FK-KMK, Adi Heru juga mengenal pribadi Prof. Lucas sebagaiamana saat masih menjadi dosennya.

“Beliau amat merakyat, mudah bergaul. Tetapi karena kami beda Departemen dan usia kami terpaut jauh, jadi jarang ketemu,” kenang Ketua Kedokteran Keluarga, Komunitas dan Bioetika FK-KMK ini.

Semasa hidupnya, banyak sumbangsih yang telah dilakukan Prof. Lucas untuk masyarakat.

Selain menjadi staf pengajar di Bagian Saraf dan Jiwa Fakultas Kedokteran UGM mulai 1968, Prof. Lucas juga turut mendirikan bagian Penyakit Jiwa dan Saraf di wilayah Surakarta.

Baca juga: Tingkatkan Kompetensi, FKKMK UGM dan IKKESINDO Jalin Kerja Sama

Bagian tersebut dirintis bahkan sebelum ada UNS Surakarta, yakni di RS Mangkubumen, yang di kemudian hari dikembangkan menjadi FK UNS.

Atas kiprah tersebut, Prof. Lucas dianugerahi gelar Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) dari Kraton Mangkunegaran.

Gelar kehormatan tersebut lazimnya diberikan kepada kerabat dekat Raja, namun dianugerahkan kepada putra Batak kelahiran Membang Muda, 22 September 1941 itu.

Selain itu, Prof. Lucas juga merintis berdirinya bagian Penyakit Saraf FK UGM 1977, dan berperan dalam penetapan Bagian Saraf FK UGM sebagai Sentra Pendidikan dokter spesialis saraf tahun 1986.

Prof. Lucas tercatat banyak terlibat di organisasi kedokteran baik nasional maupun internasional.

Baca juga: Aplikasi Jejak Medis, Gabungkan Rekam Medis dan Manajemen Kebencanaan

Semangat pengabdiannya antara lain ia salurkan dengan menjadi anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi), menjadi Ketua Kelompok Studi Nyeri Perdossi.

Prof. Lucas juga pernah menjadi Ketua Governing Board Indonesian Pain Society, President of Indonesian Pain Society, anggota International Association on Study of Pain (IASP), dan anggota World Federation of Neurology (WFN).

Dedikasi tersebut membuat Prof. Lucas diganjar Penghargaan Kesetiaan 16 tahun dari Rektor UGM, dan Penghargaan Kesetiaan 20 tahun dari Pemerintah Republik Indonesia.

Prof. Lucas meninggal dalam usia 78 tahun dan meninggalkan 4 anak serta 6 cucu.

Dr. dr. Andreasta Meliala, DPH, M.Kes, MAS merupakan anak ketiganya yang kini mengajar di FK-KMK, sekaligus menjadi Ketua Minat MMR FK UGM (Magister Manajemen Rumah Sakit).

Jenazah akan dimakamkan pada Sabtu, (27/7/2019) di Makam Gunung Sempu, Yogyakarta.

Sebelum pemakaman, jenazah akan disemayamkan di Balairung UGM pukul 10.00 WIB untuk mendapatkan penghormatan terakhir dari keluarga besar Universitas Gadjah Mada. (Taufiq Hakim)

Baca juga: Raih Doktor, Ketua Dewan Pengawas BPJS Usulkan Revisi UU tentang BPJS