Pakar Hidrologi UGM Sebut Konsep Pengendalian Banjir Harus Berbasis Pemanfaatan Air Sebesar-besarnya

231

Baca juga: 4 Resolusi Ganjar Pranowo di Bidang Pendidikan pada 2020, Salah Satunya Gratiskan Biaya Sekolah

Menindaklanjuti konsep kedua, konsep ketiganya adalah pengintegrasian.

“Dalam pengendalian banjir, bagian atas air harus ditahan selama-lamanya dan yang di ujung harus dicepatkan. Misalnya seperti di Bogor itu airnya ditahan, yang di Jakarta diteruskan, supaya segera sampai ke laut,” ujar Kepala Pusat Studi Transportasi dan Logistik UGM ini.

Saat banjir, air yang mengalir itu juga dibarengi dengan sampah dan material longsor.

Penanganan banjir seharusnya dilakukan maksimal sejak masih dari sumbernya.

Sebab, menangani air yang sudah lepas itu sulit.

“Namun, yang tak kalah penting juga, tumbuhnya kesadaran masyarakat bahwa, air sangat bermanfaat dan mahal, sehingga tidak ada pikiran untuk membuangnya sembarangan,” pungkasnya. (Kinanthi)

Baca juga: Kagama Peduli Banjir Salurkan Bantuan untuk 5 Lokasi di Jabodetabek