Owner Jawara Banten Farm Alumnus UGM: Jangan Bertani dan Beternak Hanya karena Sedang Tren

299
Owner Jawara Banten Farm, Nur Agis Aulia mengungkapkan, sebetulnya kebutuhan pangan masyarakat Indonesia masih sama, baik sebelum maupun pasca pandemi. Foto: Ist
Owner Jawara Banten Farm, Nur Agis Aulia mengungkapkan, sebetulnya kebutuhan pangan masyarakat Indonesia masih sama, baik sebelum maupun pasca pandemi. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Dampak ekonomi yang luar biasa dirasakan masyarakat Serang, Banten, karena Covid-19, bahkan jumlah warga miskin bertambah.

Owner Jawara Banten Farm yang juga warga Serang, Nur Agis Aulia mengungkapkan, sebagian warga miskin di antaranya dirumahkan dan di-PHK dari pekerjaannya, serta para pelaku usaha UMKM gulung tikar.

“Hal ini kemudian berdampak juga secara sosial, mulai banyak kasus pencurian. Belum lagi masalah bansos dari pemerintah yang tidak merata juga menimbulkan persoalan tersendiri,” ungkap Agis.

Hal tersebut Agis sampaikan dalam diskusi Kolaborasi Menjaga Ketahanan Pangan dan Kemandirian di Masa Pandemi Covid-19, yang digelar oleh Desa App secara daring, beberapa waktu lalu.

Agar perekonomian masyarakat Serang terselamatkan, perlu dipastikan stok ketersediaan pangan dan menjaga stabilitas harga pangan.

Baca juga: Upaya KAGAMA Jabar dan KAGAMA Cirebon Dorong UMKM agar Lebih Tumbuh

Petani dan peternak, kata Agis, mempunyai peran penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat Serang. Mereka harus memastikan produksi pangan tetap berjalan.

“Kami sudah mulai menanam bulan Maret. Pada bulan Juli ini kami siap panen dan menyiapkan untuk penanaman selanjutnya. Lalu sekarang kita terbantu juga oleh inisiatif warga yang hobi berkebun di rumah,” ujar pria kelahiran 1989 ini.

Dari inisiatif ini, warga kembali membuka usaha dengan menjual produk-produk yang menunjang produksi pangan pertanian yaitu, menjual pupuk kompos dan bibit tanaman.

Selain itu, warga tak kehilangan akal untuk menghidupkan ekonomi dengan menjual frozen food dan paket bahan makanan pokok lainnya.

Jawara Banten Farm yang bergerak di bidang bisnis pertanian, kemudian memfasilitasi inisiatif warga ini dengan memasarkan produknya.

Baca juga: Atasi Kekurangan Tenaga Kesehatan dan Guru, Bupati Puncak Willem Wandik Jalin Kerja Sama dengan UGM dan Uncen