One Day in Bali and Beyond Cultural Festival

KAGAMA.CO, DEN HAAG – Kedutaan Besar Republik Indonesia v(KBRI)  Den Haag pada 2017 ini menghadirkan suasana berbeda untuk perayaan Galungan dan Kuningan di Belanda, pada Sabtu (15/4/2017). KBRI Den Haag bekerja sama dengan Banjar Suka Duka dari Belanda, Belgia, Jerman, dan Inggris menghadirkan festival budaya bertemakan One Day in Bali and Beyond.

Perayaan dihadiri oleh lebih dari 600 orang yang terdiri dari umat Hindu di berbagai negara di Eropa, Friends of Indonesia, perwakilan Kementerian Luar Negeri Belanda dan para Duta Besar negara sahabat.

Kegiatan persembahyangan bersama dilakukan pada pagi hari, diawali dengan prosesi penempatan Barong ke Padmasana diiringi oleh instrumen tektekan khas Bali. Dilanjutkan   penampilan para penari rejang.

galungan_3_by_noira

Duta Besar RI Den Haag, I Gusti Agung Wesaka Puja memimpin trisandhya dan panca sembah. Selanjutnya, Dharma Wacana perayaan Galungan dan Kuningan 2017 dibawakan oleh Bapak Prabu Dharmayasa yang menekankan pentingnya para umat untuk senantiasa memegang teguh dharma, sesuai semangat Galungan.

Seusai persembahyangan, Duta Besar RI membuka acara festival budaya One Day in Bali and Beyond. “Kegiatan festival budaya ini merupakan pertama kalinya diselenggarakan sebagai rangkaian dari perayaan Galungan dan Kuningan,” urai alumnus Departemen Hubungan Internasional FISIPOL UGM Angkatan 1980.

galungan_4_by_noira

Festival budaya terdiri dari berbagai penampilan, hasil kolaborasi kelompok-kelompok seniman Bali asal Indonesia yang bermukim di Eropa dan seniman asing di Eropa. Para seniman ini berhasil menampilkan variasi tari topeng, lagu-lagu dan tarian tradisional Bali.  Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar RI Den Haag turut mementaskan tiga tari topeng, yaitu tari topeng Keras dan Bondres bersama seniman Belgia serta topeng Sidakarya.

Kegiatan yang dimeriahkan oleh sekitar 50 orang penari dan empat kelompok Sekaha Gong dengan total 60 pemain gamelan juga bertujuan mempromosikan keterampilan dan kemampuan mereka dalam membawakan gamelan dan tari-tarian Bali. Ini merupakan bentuk soft diplomacy KBRI Den Haag dalam menyebarluaskan budaya Indonesia, guna mendukung pencapaian target pariwisata nasional. [Sumber: KBRI Belanda]