Oleg Kaesh: Saya Betah di Jogja!

78
Hampir semua tempat wisata terkenal di Jogja telah ia kunjungi. Foto: Taufiq/KAGAMA
Hampir semua tempat wisata terkenal di Jogja telah ia kunjungi. Foto: Taufiq/KAGAMA

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Berada di Jogja sejak Sepetember tahun lalu membuat Oleg Kaesh, mahasiswa asal Rusia, kini terbilang sangat lancar berbahasa Indonesia.

Ia bahkan lebih lancar berbahasa Indonesia daripada rekan-rekannya yang juga datang dari Rusia.

Kemampuannya berbahasa Indonesia ia dapat dari pendidikan formal di The Indonesian Language and Culture Learning Service (INCULS) FIB UGM dan beradaptasi di lingkungan pergaulan. 

Bersama delapan rekan asal Rusia yang lain, ia meraih beasiswa Dharmasiswa untuk menempuh studi di Yogyakarta.

Oleg yang mengaku sangat menggemari kuliner soto ini, sering menyempatkan bepergian serta berwisata ke banyak tempat di Indonesia. Bahkan hampir semua tempat wisata terkenal di Jogja telah ia kunjungi.

Ketika ditanya tentang alasan datang ke Indonesia, ia menjelaskan bahwa semuanya berawal dari testimoni seseorang dari Rusia tentang Indonesia yang ia saksikan.

Dari sana ia merasa penasaran dan tertarik, lalu memutuskan untuk datang ke Indonesia. 

Oleg Kaesh. Foto: Oleg
Oleg Kaesh. Foto: Oleg

Di Jogja Oleg memutuskan untuk belajar mengenai bahasa, sejarah, dan kebudayaan Indonesia.

Semua itu ia lakukan dengan sungguh-sungguh sampai akhirnya ia mampu berbahasa Indonesia dengan baik.

Bahkan, acap kali Oleg mendapat proyek untuk menerjemahkan bahasa Rusia ke dalam bahasa Indonesia, dan sebaliknya.

Selain belajar, Oleg juga tidak melewatkan kesempatan untuk menikmati keindahan alam Indonesia.

Berbekal bahasa Indonesia yang mampu ia tuturkan dengan baik, Oleg dan beberapa rekannya menjelajahi sudut-sudut keindahan Nusantara.

Mulai dari pantai-pantai di Gunung Kidul, Bali, hingga Sulawesi.

Selain berwisata, Oleg juga gemar menonton pameran dan pertunjukan seni di Jogja.

Selama di Kota Pelajar ini, ia mengaku senang dan betah lantaran susana yang menarik serta penduduk yang ramah.

Ia juga sangat menggemari masakan khas Indonesia yang kaya akan rasa. 

“Di sini orangnya ramah-ramah. Kultur pendidikannya juga menarik karena dosen dan mahasiswa bisa berdialog, bahkan nongkrong selayaknya teman biasa.”

“Makanan dan biaya hidup juga sangat murah di sini, saya betah,” pungkas Oleg kepada KAGAMA, belum lama ini. (Thovan)