Nusakambangan adalah Ibu Kota Makhluk Halus di Tanah Jawa

105
Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara, Dr. Purawadi, M.Hum., membabar sejarah Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, tempo dulu. Foto: Bay Ismoyo
Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara, Dr. Purawadi, M.Hum., membabar sejarah Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, tempo dulu. Foto: Bay Ismoyo

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Apa yang terbersit dipikiranmu saat mendengar Nusakambangan?

Benar, di Pulau yang masuk wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah ini dibangun lembaga permasyarakatan (Lapas).

Lapas Nusakambangan bisa dicapai kira-kira lima menit dengan naik kapal feri dari pelabuhan khusus yang dikelola Kementerian Hukum dan HAM.

Lapas Nusakambangan, atau bahasa sederhananya penjara, sering jadi tempat eksekusi mati narapidana kelas kakap.

Pelaku Bom Bali Amrozi dan Mukhlas, dieksekusi di sana. Begitu juga gembong narkoba Bali Nine asal Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Baca juga: Ukuran Keberhasilan Berbisnis Menurut Pemilik Usaha Kuliner Baceman Ninago

Konon, penjara Nusakambangan ada sejak masa pendudukan Belanda.

Di sisi lain, Nusakambangan ternyata sudah dikenal jauh sebelum jadi penjara dan tempat eksekusi bagi narapidana berat.

Tepatnya saat Cilacap masih bernama Kadipaten Donan yang berdiri pada 17 Januari 1678.

Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara (LOKANTARA), Dr. Purwadi, M.Hum., mengatakan, dalam cerita tutur pedalangan, daerah ini disebut Nusa Kambana, Nusa Barambang, Watu Masigid, Sela Marsigid, atau Dhandang Mangore.

Sedangkan dalam cerita wayang purwa, kahyangan Nusa Kambana digambarkan begitu wingit nan seram.

Baca juga: Mimpi Besar Bupati Petrus Kasihiw terhadap 3 Potensi Biota Mangrove di Teluk Bintuni