Nuansa Kalimantan Warnai Konser Budaya Wonderful Indonesia di St. Petersburg

Konsul Kehormatan RI, Valeriy A. Radchenko membuka secara resmi acara Wonderful Indonesia dengan memukul gong.

MOSKOW, KAGAMA – Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (PERMIRA) bekerjasama dengan KBRI Moskow, Kementerian Pariwisata RI dan Konsul Kehormatan RI di St. Petersburg menyelenggarakan kegiatan pergelaran seni dan budaya Wonderful Indonesia (WI) di kota terbesar kedua di Rusia, St. Petersburg.

Acara yang diselenggarakan pada Jumat (28/4/2017) di Gedung Teater Distrik Petrogradskiy kali ini lebih diwarnai nuansa Kalimantan. Mengingat, hampir 50% mahasiswa di St Petersburg berasal dari provinsi Kalimantan Timur yang mengambil studi perkeretaapian. Hal ini sesuai dengan tema besar Festival Indonesia di Rusia yang mulai memperkenalkan tujuan wisata lain selain Bali yang sudah sangat populer di Rusia. Sekitar 350 orang, sebagian besar warga setempat, menghadiri acara.

Selain tari dari Kalimantan, para mahasiswa juga menampilkan tari tradisional dari berbagai daerah lainnnya seperti dari Sumatera Barat, Jawa Barat, Papua, Bali, Betawi, dan lainnya.

????????????
Salah satu penampilan mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam PERMIRA 

Dalam sambutan pembukaannya, Dubes RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi menyampaikan apresiasinya kepada PERMIRA yang di tengah-tengah kesibukan studinya menyempatkan diri untuk memperkenalkan Indonesia melalui kegiatan Wonderful Indonesia. Sejauh ini PERMIRA telah menyelenggarakan 3 kali kegiatan serupa yaitu di Kazan, Volgograd dan Rostov-on-Don.

Selanjutnya, Dubes Wahid didampingi Konsul Kehormatan RI, Valeriy A. Radchenko membuka secara resmi acara Wonderful Indonesia dengan memukul gong.

“Hubungan bilateral Indonesia dan Rusia semakin kuat. Itu berkat kerja keras semua pihak. Saat ini juga telah dibuka permanent product display (paviliun Indonesia) di Food City, Moskow sehingga produk-produk makanan Indonesia yang selama ini tidak tersedia di Rusia pelan-pelan akan mengalir,” urai Wahid.

Ditambahkan alumnus Departemen Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Angkatan 1978, maskapai Garuda Indonesia pada akhir Agustus 2017 juga akan membuka jalur penerbangan langsung Jakarta/Denpasar – Moskow. “Hal ini tidak saja akan mendorong pertumbuhan jumlah wisatawan kedua negara, melainkan juga mendorong produk buah tropis Indonesia ke Rusia,” lanjut Dubes Wahid.

????????????
Tari-tarian tradisional persembahan mahasiswa Indonesia di Rusia menghibur pengunjung Wonderful Indonesia 2017

Sebagai informasi tambahan, saat ini nilai perdagangan Indonesia – Rusia meningkat 33,5% dari tahun sebelumnya menjadi USD 2.6 miliar. Indonesia mengalami surplus 1.8 miliar, dengan nilai  total ekspor USD 2.2 miliar atau meningkat 45%.

“Bisa saya katakan, acara ini berjalan sukses. Bahkan, lebih dari yang saya  perkirakan. Saya senang persiapan kami selama kurang lebih 4 bulan ini tidak sia-sia. Semua ini tak lepas dari semangat teman-teman mahasiswa yang mendukung acara ini, untuk satu tujuan memperkenalkan Indonesia kepada dunia,” ujar Ketua Panitia WI PERMIRA 2017, Vendi Utomo.

Sementara Konsul Kehormatan RI Valeriy Radchenko mengucapkan terima kasih kepada Administrasi Distrik Petrogradskiy yang telah mendukung penyediaan gedung konser. Saat ini terdapat 115 orang masyarakat Indonesia yang tinggal di St. Petersburg, 95 di antaranya adalah mahasiswa.

????????????
Tari tradisional persembahan mahasiswa Indonesia di Rusia di ajang Wonderful Indonesia PERMIRA 2017

Di sela-sela kegiatan, Dubes Wahid Supriyadi juga melakukan sejumlah pertemuan, dengan Presiden Kadin St. Petersbrug, Mr. Iurii Burchakov; Kepala Komite Hubungan Eksternal Pemerintah St. Petersburg, Mr. Evgeiy D. Grigoriev; Wakil Rektor St. Petersburg State University/SPBGU, Mr. Sergey Asndryushin, Dekan Hubungan Internasional SPBGU, Ms. Irina Novikova serta menyampaikan Kuliah Umum di St Petersburg State University dengan judul “Indonesia-Rusia: The Second Golden Era of Relations”. [Sumber: KBRI Moskow]