Sosok Teladan, Ilmuwan dan Negarawan

Notonagoro sendiri lahir di Sragen pada tahun 1905 dengan nama Soekamto. Setelah menempuh kuliah di Universitas Leiden ia bekerja di kesultanan Surakarta. Di sana ia memperoleh nama kebangsawanan Notonagoro dengan gelar Kanjeng Raden Mas Tumenggung. Lalu ia menikah dengan putri PB X.

Dari pernikahannya Notonagoro dikaruniai dua anak, lima cucu dan sepuluh cicit. Menurut anaknya, BRAy. Mahyastoeti Notonagoro, Notonagoro merupakan sosok yang selalu mengutamakan pendidikan dan ilmu pengetahuan.

Ia mengisahkan saat rumahnya pernah dilanda banjir, kerusakan yang paling disayangkan ayahnya ialah rusaknya buku-bukunya. Kisah yang sama juga dituturkan Maji, pascabanjir eyangnya itu bahkan melap satu persatu bukunya sebanyak satu lemari.

Sedang menurut Koento, Notonagoro itu pribadi yang sangat tenang dalam tingkah laku, penglihatan dan pikiran. “Dia itu orang yang sangat penghati-hati,” ucap Koento.