Senada dengan Heri, menurut Koento, Notonagoro selalu mengembangkan dasar dan arah pengembangan filsafat dan harus diarahkan kepada Pancasila. Atas jasanya dalam Filsafat Pancasila itu ia diberi gelar Honoris Causa oleh UGM.

Kecintaan Notonagoro terhadap Pancasila memang begitu besar. Seperti diceritakan oleh cucunya, KPH. Adp. Maji Notonagoro dalam film “Notonagoro: Bapak Pendidikan Pancasila”. Notonagoro selalu bersemangat setiap kali mengikuti upacara kesaktian Pancasila.

“Pada saat upacara Hari Kesaktian Pancasila itu eyang selalu teriak. Nah saya melihat eyang teriak cuma pada saat itu, ‘Hidup Pancasila’ (menirukan eyangnya),” kisah Maji.