“Di seminar itulah pak Notonagoro menyampaikan pidatonya yang sangat fenomenal. Pidato jalan keluar dari kesulitan dasar negara itu kemudian memberikan pengaruh yang sangat signifikan bagi lahirnya dekret presiden,” jelas Koento dalam film.

Meski begitu, dalam buku “100 Tokoh yang Mengubah Indonesia” dipaparkan bahwa Notonagoro tak pernah berpretensi bahwa dekret tersebut berkat jasanya.

Dr. Rizal (tengah) mengenang sosok Notonagoro.(Foto: Dok. Fajrin)
Dr. Rizal (tengah) mengenang sosok Notonagoro.(Foto: Dok. Fajrin)

Pelopor Filsafat Pancasila

Dalam film Sang Idola juga dijelaskan peran Notonagoro di dunia akademik. Ia merupakan pelopor pendidikan filsafat di Indonesia. Dengan filsafat ia berharap agar masyarakat dapat berpikir objektif dan kritis dalam mengahadapi permasalahan.

Notonagoro juga membuat kajian tentang cara masyarakat untuk memahami Pancasila lebih hakiki sehingga lahirlah Filsafat Pancasila. “Dari kajian itu beliau mengajarkan bahwa Pancasila itu merupakan filsafat hidupnya bangsa indonesia. Kemudian beliau memberi contoh kajian Pancasila secara akademik,” jelas Dr. Heri Santoso, Kepala Pusat Studi Pancasila UGM dalam film Sang Idola.