KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) kembali mengadakan kegiatan Nitilaku Perguruan Kebangsaan (NPK) untuk keenam kalinya pada Minggu (17/12/2017) mendatang mulai pukul 06.00 hingga 11.00. Kegiatan ini merupakan rangkaian Dies Natalis Universitas Gadjah Mada (UGM) ke-68 serta ulang tahun KAGAMA yang genap berusia 59 tahun.

Sekitar 7000 orang ditargetkan akan mengikuti kegiatan Nitilaku 2017, lebih banya dibandingkan jumlah peserta tahun 2016 yang terdaftar saat itu sejumlah 6000 orang. Kegiatan ini juga akan dihadiri oleh enam orang menteri Kabinet Kerja lulusan UGM. Mereka antara lain Pratikno (Menteri Sekretaris Negara), Retno Marsudi (Menteri Luar Negeri), Airlangga Hartarto (Menteri Perdagangan), Basuki Hadimuljono (Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), Budi Karya Sumadi (Menteri Perhubungan).

Nitilaku merupakan pawai alegoris yang dikemas sebagai pawai budaya dengan tampilan visual parade kostum masa perjuangan, kostum daerah nusantara,dan atraksi seni rakyat tradisi. Peserta akan dilepas di Pagelaran Keraton oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X, Ketua PP Kagama dan Wakil Rektor. Kegiatan tahunan ini akan dihadiri enam menteri dari alumni Kampus Biru.

Rute yang ditempuh dalam Nitilaku dimulai dari Pagelaran Keraton Yogyakarta menuju Balairung, Gedung Pusat UGM berjarak sekitar 5,5 kilometer. Sepanjang rute tersebut akan dilalui 20 Panggung Persatuan sebagai representasi jumlah 18 Fakultas dan 2 Sekolah yang ada di UGM. Di Panggung Persatuan akan menampilkan 32 kesenian dari seluruh Indonesia dengan berbagai genre.

Selanjutnya, setiba di Lapangan Pancasila UGM, disiapkan 5 Panggung Pancasila di lapangan depan Graha Sabha Pramana UGM (Lapangan Pancasila). Sejumlah 21 penampil disiapkan, berupa kesenian dari seluruh Indonesia dengan penampil dari mahasiswa, perwakilan fakultas, hingga alumni. Sebanyak 12 unit UMKM akan berdiri di stand yang berada di Lapangan Pancasila.

Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M. Eng., D. Eng. kepada jurnalis, Selasa (5/12/2017) malam di Gedung Pusat UGM mengungkapkan kembali perihal keberadaan UGM yang tidak dapat dilepaskan dari peran penting Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Keraton Yogyakarta. Karena, pada awal berdirinya, civitas akademika UGM melaksanakan kegiatan belajar mengajar di Pagelaran Keraton Yogyakarta.

“Kemudian ketika kampus Bulaksumur sudah dibangun, kegiatan belajar mengajar pindah ke bangunan yang sekarang bernama Gedung Pusat UGM,”  ujar Panut Mulyono.

Ketua Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA), Ganjar Pranowo menambahkan,  “Nitilaku adalah pawai budaya sebagai simbolisasi sejarah UGM yang berawal dari Keraton Yogyakarta,” tandas Ganjar [rts/foto: Astri/Humas UGM]