Ngurah Putu Sugiarta, Kembangkan PT Sarinah (Persero) Sesuai Tagline UGM

30
Perkembangan Sarinah selama ini tidak terlepas dari berbagai wejangan yang diterima Ngurah dari rekannya sesama alumni UGM. Foto: Kinanthi/KAGAMA
Perkembangan Sarinah selama ini tidak terlepas dari berbagai wejangan yang diterima Ngurah dari rekannya sesama alumni UGM. Foto: Kinanthi/KAGAMA

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – PT Sarinah (Persero) sebagai pusat perbelanjaan tertua di Indonesia, berhasil dikembangkan setelah sebelumnya sempat tenggelam.

Sarinah yang terletak di Jalan M.H. Thamrin ini didirikan pada masa Presiden Soekarno.

Namun, setelah berpuluh-puluh tahun berlalu dan perkembangan teknologi kian pesat, Sarinah tak kunjung bersikap adaptif terhadap perubahan itu.

Hal ini disampaikan oleh Gusti Ngurah Putu Sugiarta Yasa, selaku President Director PT Sarinah (Persero), dalam acara Leadership Innovation: Managing Reborn and Rejuvenation Strategies, di Auditorium Sukadji Ranuwihardjo MM UGM (24/5/19).

Berbeda dengan mal-mal lain, Sarinah tidak hanya menjual produk modern, tetapi juga mempertahankan produk lokal.

Meskipun begitu, Sarinah berusaha tak termakan oleh zaman.

Dijelaskan oleh Ngurah bahwa seni dan keberanian menjual ide merupakan kunci keberhasilan korporasi.

Seni dan keberanian menjual ide ini perlu didukung dengan sikap adaptif dari masyarakat dalam menghadapi perubahan.

Executive Series Leadership Innovation, Managing Reborn and Rejuvenation Strategies. Foto: Kinanthi
Executive Series Leadership Innovation, Managing Reborn and Rejuvenation Strategies. Foto: Kinanthi/KAGAMA

Ngurah mencontohkan, selain perkembangan teknologi, seorang pengusaha harus bersiap dengan perubahan di tahun politik.

“Tahun politik harus struggle, kita harus punya kontingensi plan. Karena perubahan lingkungan luar biasa,” ungkap pria yang mengawali kariernya di PT Pos Indonesia (Posindo) itu.

Dikisahkan saat awal Ngurah memimpin Sarinah, beberapa orang yang telah bekerja sempat menentang ide-idenya untuk memajukan Sarinah.

Berkat ketegasan dan kegigihannya, Ngurah berhasil menyadarkan mereka tentang keharusan beradaptasi dengan perubahan.

Tahap perbaikan pertama, Ngurah bekerja keras mengembangkan SDM di Sarinah.

Kala itu, Ngurah memutar otak setelah mendapat berbagai kritikan para pejabat tentang SDM-nya yang kurang berkualitas.

Ia kemudian melakukan pengembangan SDM dengan pemberian training kerja, membuat ruang kerja yang nyaman, dan pendidikan softskill kepada karyawannya.

“Saya banyak membina karyawan dengan cara one on one. Alhamdulillah ada hasilnya,” terang pria asal Denpasar itu.

Poin perbaikan yang tak kalah penting yaitu target pasar. Sarinah menyasar milenial sebagai target.