Nezar Patria: Fakultas Filsafat UGM adalah Sekolah Kepenulisan Terbaik di Indonesia

481
Pemimpin redaksi The Jakarta Post alumnus UGM, Nezar Patria, mengaku mendapatkan bekal ilmu penting dari Fakultas Filsafat UGM. Foto: MI/Susanto
Pemimpin redaksi The Jakarta Post alumnus UGM, Nezar Patria, mengaku mendapatkan bekal ilmu penting dari Fakultas Filsafat UGM. Foto: MI/Susanto

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Nezar Patria harus berlapang dada kala menghadapi pertanyaan abadi bagi lulusan Fakultas Filsafat UGM. Pertanyaan itu tak lain adalah kelanjutan nasib para lulusan.

Bukan rahasia lagi jika banyak orang di luar sana yang ragu dengan ketersediaan lapangan kerja bagi alumnus Filsafat.

Maklum, di dunia praktisi, masih jarang ditemui instansi yang terang-terangan membuka lowongan untuk para filsuf muda.

Namun, pada akhir 1998 Nezar memutuskan untuk terjun ke dunia jurnalistik. Dunia yang mengantarkan dia hingga menjadi pemimpin redaksi The Jakarta Post.

Pria 49 tahun itu pun menilai, tidak ada kesia-siaan bagi seseorang yang memilih Filsafat UGM sebagai tempat menimba ilmu.

Baca juga: Cerita Alumnus Fakultas Kehutanan UGM yang Membeli Bahan Canthelan dari Pedagang Kaki Lima dan Asongan

“Buat teman-teman mahasiswa Fiilsafat UGM, jangan pernah ragu dengan kemampuan yang kita peroleh di kampus,” kata Nezar, dalam webinar Peran Alumni di Era Pandemi yang diadakan KAGAMA Filsafat dan Fakultas Filsafat UGM, belum lama ini.

“Kita belajar logika dan saya pikir itu modal bagi siapa pun yang menempuh pekerjaan apa pun,” sambung alumnus Fakultas Filsafat UGM angkatan 1990 tersebut.

Khusus dalam pekerjaannya, Nezar mengaku bahwa pengetahuan etika, estetika, dan logika yang didapatkan di kampus amat penting.

Tiga pengetahuan tersebut dia praktikkan dalam berpikir kritis, tetapi juga tetap patuh pada kode etik.

Namun demikian, Nezar merendah. Dia berujar bahwa ada banyak lulusan Filsafat UGM yang memilih jalur karier seperti dirinya.

Baca juga: Seruan Sedekah Kebangsaan Ketua KAGAMA Sumsel untuk Meriahkan HUT Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia