BULAKSUMUR, KAGAMA.CO— Wakil Ketua PHRI DIY Drs. Herman Tony menyatakan bahwa bisnis perhotelan saat ini tengah menghadapi kelebihan pasokan kamar yang tidak diikuti dengan pertumbuhan permintaan dari konsumen.

Kelebihan pasokan kamar hotel ini, dikatakan Herman akibat banyaknya pembangunan hotel baru. Terlebih pendirian di sejumlah kota besar Indonesia yang jumlah hotelnya sudah cukup banyak.

“Kondisi ini menyebabkan persaingan yang tidak sehat antar hotel, terjadi perang tarif,” kata Herman dalam diskusi bertajuk “Bisnis Perhotelan Indonesia di Simpang Jalan” yang diselenggarakan Pusat Studi Pariwisata (Puspar) UGM, Rabu (31/1).

Data PHRI 2017 mencatat terdapat 2.300 hotel berbintang di Indonesia dengan total 290.000 kamar. Sementara data BPS menyebutkan ada 16.000 hotel non-bintang di seluruh Indoensia dengan total 285.000 kamar. Dengan demikian jumlah kamar hotel di Indonesia hampir mencapai 600.000 kamar.