Narkoba, Salah Satu Pemicu Depresi

25
Pada individu dengan ketergantungan zat dan alkohol, keberadaan depresi berhubungan dengan outcome yang lebih buruk. Foto: Hello Sehat
Pada individu dengan ketergantungan zat dan alkohol, keberadaan depresi berhubungan dengan outcome yang lebih buruk. Foto: Hello Sehat

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Herlina Pohan, lulusan S2 Spesialis Psikiatri UGM, dalam studinya menyebut bahwa depresi merupakan gangguan psikiatri yang paling banyak ditemukan pada narapidana.

Menurut Herlina, adanya gangguan penggunaan zat pada diri narapidana semakin meningkatkan risiko terjadinya depresi, demikian pula sebaliknya.

Pada individu dengan ketergantungan zat dan alkohol, keberadaan depresi berhubungan dengan outcome yang lebih buruk, termasuk penggunaan zat yang lebih berat, gejala psikiatri lebih parah dan resiko bunuh diri lebih tinggi.

Serangkaian penelitian yang ia lakukan dengan melibatkan tahanan dan narapidana yang menjadi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Narkotika Klas II A Yogyakarta, menghasilkan beberapa kesimpulan mengenai keterkaitan penggunaan obat dengan tingkat depresi.

“Hasil analisis bivariat menunjukkan hubungan yang bermakna antara gangguan penggunaan zat dengan depresi,” tulisnya dalam tesis yang berjudul Hubungan Gangguan Penggunaan Zat dengan Depresi Pada Penghuni Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta tahun 2017.

Selain itu menurut Herlina, lama hukuman di atas 1 tahun dan penghasilan per bulan yang rendah juga berhubungan dengan terjadinya depresi pada penghuni Lapas Narkotika Klas IIA Yogyakarta.