Naik Kereta Prameks, Sebuah Hobi

29
Naik Kereta Prameks, Sebuah Hobi.(Foto: Istimewa)
Naik Kereta Prameks, Sebuah Hobi.(Foto: Istimewa)

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Pagi hari susana di stasiun kereta api Lempuyangan tampak sibuk. Hilir mudik orang dan geliat para pekerja tampak meningkat seiring dengan dibukanya loket pembelian tiket.

Bahkan semenjak pagi buta, sebagian calon penumpang sudah datang untuk mengambil antrewan. Maklum, mereka kebanyakan adalah pengguna setia Prameks (Prambanan Ekspres), kereta jarak dekat yang menghubungkan kota sepanjang Purworejo hingga Solo.

Sebagian dari para pengantri adalah para pekerja atau karyawan yang tinggal di Jogja, namun keseharianya bekerja di Kota Solo.

Prameks menjadi pilihan karena harga yang terjangkau dan waktu tempuh yang cepat. Namun, karena tiket yang dijual hanya 3 jam sebelum keberangkatan serta tidak disediakannya layanan online, membuat mereka harus datang lebih pagi untuk mendapatkan tiket.

Menariknya, Prameks tidak hanya menjadi langganan bagi para pekerja lintas kota. Namun juga para mahasiswa yang terbiasa hilir mudik Jogja-Solo.

Pagi itu, Rabu (05/02/2019) kagama.co mengikuti Okta, Dedi, dan Harun berburu tiket sejak pagi di Stasiun lempuyangan. Tiga mahasiswa UGM tersebut membeli tiket keberangkatan Prameks tujuan Solo paling pagi. Tidak untuk urusan pekerjaan atau tugas kuliah, tapi hanya untuk sekadar numpang sarapan di kota Solo.

Mereka bertiga mengaku sering menggunakan Prameks sebagai sarana rekreasi murah. Beberapa kali mereka bolak-balik Jogja-Solo hanya untuk sekadar menikmati suasana stasiun dan gerbong kereta api. Bagi mereka, hal tersebut adalah pengalaman yang mengasyikkan.

“Suka gitu naik kereta apalagi murah, bersih, nyaman. Ketemu banyak orang di stasiun, ngobrol soal kesibukan dan tujuan mereka  naik kereta,” ungkap Okta.

Hal tersebut sudah menjadi hobi bagi mereka. Tak jarang mereka datang dari Jogja dan setibanya di Solo mereka langsung memesan tiket untuk kembali ke Jogja. Namun hari itu, setalah satu jam di dalam kereta, mereka turun dan memutuskan untuk jalan-jalan sejenak di Kota solo.

Tujuan pertama adalah deretan stan makanan di dekat stadion manahan Solo. Mereka memesan taksi online agar segara sampai, lalu berkeliling memilih kudapan sesuai selera. Karena hari libur, deretan stan makanan menjadi cukup ramai oleh pengunjung.

“Biasanya kita juga numpang sarapan di Solo,” ujar Dedi diiringi tawanya. Setelah menghabiskan seporsi pecel dan nasi liwet, ketiga sahabat tersebut bergegas menuju stasiun Balapan guna pulang ke Jogja.

Tak jarang di tengah perjalanan, mereka harus berdiri karena kursi yang tersedia penuh. Namun hal itu tak membuat mereka kapok. Bagi mereka hobi tak harus mahal, juga tak harus yang wajar, yang aneh serta unik juga boleh.(Thovan)