Monumen Perjuangan Taruna Plataran Selomartani, Ruang Publik dengan Suasana Tenteram

57
Hamparan sawah di sebelah barat monumen menambah sejuk suasana rehat anda. (Foto: jogja.tibunnews.com)
Hamparan sawah di sebelah barat monumen menambah sejuk suasana rehat anda. (Foto: jogja.tibunnews.com)

KAGAMA.CO, SLEMAN – Sunyi dan tenang, suasana inilah yang kini banyak dicari oleh para wisatawan. Beberapa tempat wisata di sekitar Yogyakarta telah menyediakan fasilitas yang mendukung permintaan ini.

Sebetulnya untuk mendapatkan suasana sunyi dan tenang, Anda tak perlu keluar biaya banyak.

Kunjungi saja Monumen Plataran Selomartani. Selain belajar sejarah, di tempat ini Anda bisa menikmati suasana tenang yang jauh dari kebisingan kota.

Hamparan sawah di sebelah barat monumen menambah sejuk suasana rehat anda.

Sementara itu, jalan raya di samping monumen juga tak begitu ramai, sehingga kesunyian pun makin terasa.

Monumen Plataran Selomartani atau juga disebut Monumen Perjuangan Taruna, terletak di Plataran, Kiyudan, Selomartani, Kalasan, Sleman.

Meskipun jauh dari kota, akses jalan menuju ke sini tidak sulit, karena sudah dilalui jalan raya.

Anda bisa memanfaatkan google maps, apabila ingin menuju ke lokasi dengan mudah dan cepat.

Selain belajar sejarah, di tempat ini anda bisa menikmati suasana tenang yang jauh dari kebisingan kota.(Foto: Kinanthi)
Selain belajar sejarah, di tempat ini anda bisa menikmati suasana tenang yang jauh dari kebisingan kota.(Foto: Kinanthi)

Singkat sejarah, Monumen Plataran Selomartani merupakan cikal bakal pertempuran antara Taruna Militer Akademi Yogyakarta dengan pengasuhnya, serta rakyat di satu pihak, melawan tentara kerajaan Belanda.

Pertempuran yang terjadi pada 24 Februari 1949 ini, telah memakan beberapa korban jiwa dan sebagian lainnya luka parah.

Berangkat dari peristiwa ini, dibangunlah prasasti berupa patung raksasa laki-laki berseragam militer, sebagai saksi bisu perjuangan para pahlawan tersebut pada 1977.

Monumen yang berbentuk pelataran itu menceritakan puingan sejarah perjuangan pahlawan di dunia militer untuk masyarakat.

Sebagai tempat wisata dan sarana edukasi, monumen ini sering dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

“Biasanya ke sini kumpul-kumpul bareng kelompk karang taruna. Kadang juga, ke sini sendiri kalau selo dan lagi banyak pikiran,” pungkas Yuli, salah satu Karang Taruna Bakti Mulya, Selomartani, kepada Kagama belum lama ini.