Model Perjuangan Masa Kini Menurut Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan

137
Bupati Kubu Raya alumnus UGM, Muda Mahendrawan, mendefinisikan perjuangan sebagai momen yang tak boleh disia-siakan. Foto: Ist
Bupati Kubu Raya alumnus UGM, Muda Mahendrawan, mendefinisikan perjuangan sebagai momen yang tak boleh disia-siakan. Foto: Ist

KAGAMA.CO, SLEMAN – Tak ada satu pun manusia yang hidup di dunia ini tanpa sebuah perjuangan.

Mulai dari saat dikandung, dilahirkan, hingga bertahan hidup di dunia, semuanya adalah perjuangan.

Tentara yang mempertahankan kemerdekaan negara dengan pejabat pemerintahan saat ini pun sama-sama berjuang.

Hanya saja, keduanya berjibaku di medan perang dan era yang berbeda.

Barangkali itu yang diyakini oleh Bupati Kubu Raya, Kalimantan Barat, Muda Mahendrawan, S.H., M.Kn.

Ketika berada dalam satu momen penting, seseorang tak boleh menyia-nyiakannya. Harus dilakoni secara total dan penuh dedikasi.

Hal itu sebagaimana ketika Muda mendapat amanah untuk memimpin Kubu Raya selama lima tahun pada 2019.

Bupati Muda Mahendrawan nyekar di Taman Makam Pahlawan. Sang Kakek, Dewa Nyoman Oka, yang dimakamkan di sana, menjadi salah satu inspirasi kepemimpinannya. Foto: Taufiq Hakim
Bupati Muda Mahendrawan nyekar di Taman Makam Pahlawan. Sang Kakek, Dewa Nyoman Oka, yang dimakamkan di sana, menjadi salah satu inspirasi kepemimpinannya. Foto: Taufiq Hakim

Baca juga: Perjuangan Polisi Dewa Nyoman Oka, Sumber Inspirasi Bupati Kubu Raya

Sebelumnya, alumnus Magister Kenotariatan Fakultas Hukum UGM ini merupakan bupati pertama Kubu Raya (2009-2014).

Sang Bupati ingin seperti pahlawan nasional Jenderal Soedirman yang berjuang bersama para prajuritnya dalam mempertahankan kedaulatan negara.

“Pak Dirman itu pejuang sepejuang pejuangnya pejuang. Kan maknanya jelas itu. Karena nama pejuang itu kan jangan Cuma, mohon maaf, jangan sekadar formalitas,” tutur Bupati Muda saat ditemui Kagama, Sabtu (6/2/2021).

“Sama dengan sekarang generasi, pejabat, elite, punya kewenangan dan kekuasaan. Nggak boleh cuma sekadar-sekadar. Harus benar-benar totalitas,” jelasnya.

Inspirasi Muda untuk melakukan perjuangan sebetulnya bukan dari Jenderal Soedirman saja.

Kakeknya, I Dewa Nyoman Oka, menjadi salah satu pejuang yang gugur dalam peristiwa Serbuan Kotabaru, Yogyakarta, 7 Oktober 1945.

Padahal, sang kakek bukanlah seorang tentara sebagaimana Jenderal Soedirman.

Baca juga: Muda Mahendrawan Ajak Masyarakat Ikuti Vaksinasi Covid-19, Demi Masa Depan Generasi Muda Indonesia