MOSKOW, KAGAMA – Minat pemuda dan pemudi Rusia memelajari Bahasa Indonesia semakin meningkat. Fenomena  tersebut tidak lepas dari semakin meningkatnya hubungan kedua negara di berbagai bidang, khususnya di bidang ekonomi perdagangan dan pendidikan.

Dubes RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi mengungkapkan fenomena tersebut pada pembukaan kegiatan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-109, Sabtu (20/5/2017).

Dubes RI untuk Federasi Rusia, M. Wahid Supriyadi  menyampaikan sambutan pada  Peringatan Harkitnas ke-109 di KBRI Moskow (Foto ISTIMEWA)
Dubes RI untuk Federasi Rusia, M. Wahid Supriyadi menyampaikan sambutan pada Peringatan Harkitnas ke-109 di KBRI Moskow (Foto ISTIMEWA)

Dubes Wahid yang merupakan alumnus Departemen Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya UGM Angkatan 1978 mencermati hal itu terkait pelaksanaan lomba pidato dan story telling dalam Bahasa Indonesia yang banyak diikuti pelajar Rusia.

Dalam sambutannya, Wahid Supriyadi menyampaikan sejarah kebangkitan nasional dan organisasi Boedi Oetomo, situasi dunia pada 1908 serta relevansi dari peringatan Harkitnas saat ini bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mahasiswa S2 di Rusia, Tinu Sicara, menyampaikan paparannya dalam Kegiatan Seminar dan Dialog Interaktif, 20 Mei 2017, di KBRI Moskow (Foto ISTIMEWA)
Mahasiswa S2 di Rusia, Tinu Sicara, menyampaikan paparannya dalam Kegiatan Seminar dan Dialog Interaktif, 20 Mei 2017, di KBRI Moskow (Foto ISTIMEWA)

Lomba Pidato dan Bercerita (Story Telling) Bahasa Indonesia diselenggarakan oleh KBRI Moskow bekerjasama dengan Sekolah Indonesia Moskow (SIM), bersamaan dengan Peringatan Harkitnas ke-109 di aula KBRI Moskow. Peringatan Harkitnas mengambil tema “Pemerataan Pembangunan Indonesia yang Berkeadilan sebagai Wujud Kebangkitan Nasional”.

Panitia lomba pidato menetapkan  judul “Pentingnya Belajar Bahasa Indonesia”. Sementara, untuk lomba story telling, para peserta mengambil judul legenda/cerita rakyat Nusantara, antara lain cerita Nyai Roro Kidul,  Roro Mendut, Asal Mula Danau Toba, cerita Calon Arang, legenda Batu Menangis, dan cerita Roro Jonggrang. Pelaksanaan kegiatan kedua lomba tersebut untuk mempromosikan bahasa Indonesia bagi masyarakat Rusia serta mendekatkan keeratan hubungan kedua bangsa.

Natalia Igorevnad Rudik, peserta Lomba Pidato dan Bercerita  membawakan penampilannya pada Lomba Pidato dan Bercerita, 20 Mei 2017 di KBRI Moskow (Foto ISTIMEWA)
Natalia Igorevnad Rudik, peserta Lomba Pidato dan Bercerita membawakan penampilannya pada Lomba Pidato dan Bercerita, 20 Mei 2017 di KBRI Moskow (Foto ISTIMEWA)

Natalia Igorevna Rudik, mahasiswi S1 jurusan Ilmu Tanah di Lomonosov Moscow State University (MGU) mengekspresikan kesukaannya pada Indonesia. Terutama, karena orang asli Indonesia yang sangat ramah, baik, dan positif.

Senada, Ivan Belikov, mahasiswa S1 jurusan Filologi dan spesialisasi Indonesia dari universitas yang sama mengekspresikan kecintaannya terhadap Indonesia karena rakyat Indonesia baik hati, alam negeri Indonesia indah sekali, dan bahasanya seperti aliran air jernih. “Jiwa orang Indonesia sangat dekat dengan jiwa orang Rusia,” ujarnya dengan antusias.

Ivan Belikov, Peserta Lomba Pidato dan Bercerita   membawakan penampilannya pada  Lomba Pidato dan Bercerita, 20 Mei 2017, di KBRI Moskow (Foto ISTIMEWA)
Ivan Belikov, Peserta Lomba Pidato dan Bercerita membawakan penampilannya pada Lomba Pidato dan Bercerita, 20 Mei 2017, di KBRI Moskow (Foto ISTIMEWA)

Lomba pidato dan story telling Indonesia diikuti mahasiswa/wi berkebangsaan Rusia dari berbagai perguruan tinggi di Moskow, antara lain, dari MGU, Academy of Public Administration, dan MGIMO University. Bahkan, beberapa dari mereka sudah bekerja dan belajar Bahasa Indonesia secara mandiri atau mengikuti kursus yang diselenggarakan oleh KBRI Moskow.

Sementara itu, Seminar dan Diskusi Interaktif Peringatan Harkitnas ke-109 yang dipandu oleh Dwi Rahayu, mahasiswi S2, Nuclear Power and Thermophysics di National Research Nuclear University, MEPHI, menampilkan tiga mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan tinggi di Rusia sebagai narasumber. Widya Priyahita, mahasiswa S2, Global Public Policy di RANEPA, membahas tentang program nasional pemerintah Presiden Jokowi yang secara sederhana tercermin dari Nawacita. Dalam makalahnya, Widya menyebutkan, sebagian program telah terlaksana.

Para peserta antusias mengkuti seluruh rangkaian kegiatan Peringatan Harkitnas ke-109, 20 Mei 2017, di KBRI Moskow (Foto ISTIMEWA)
Para peserta antusias mengkuti seluruh rangkaian kegiatan Peringatan Harkitnas ke-109, 20 Mei 2017, di KBRI Moskow (Foto ISTIMEWA)

Sedangkan Tinu Sicara, mahasiswi S2 bidang Jurnalistik di People’s Friendship University of Russia/RUDN berbicara tentang potensi maritim yang selama ini banyak diabaikan dan ambisi Presiden Jokowi untuk menjadi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia patut diapresiasi. Narasumber ketiga, Ardhyanta Purba, mahasiswa S2 Socioeconomic and Politicial Development di Higher School of Economics/HSE, membahas tentang merosotnya nilai-nlai nasionalisme di Indonesia. [rts]