Merespons Bencana dengan Hasil Penelitian dari Laboratorium

17
Pakar energi terbarukan, Ahmad Agus Setiawan, menceritaka tantangan seorang engineer dalam membawa hasil penelitian dari laboratorium ke dunia masyarakat. Foto: Ist
Pakar energi terbarukan, Ahmad Agus Setiawan, menceritaka tantangan seorang engineer dalam membawa hasil penelitian dari laboratorium ke dunia masyarakat. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Mengelola Anggaran Perbelanjaan Negara (APBN) di masa pandemi menjadi hal yang penting.

Pasalnya, APBN merupakan instrumen yang sangat strategis.

Demikian disampaikan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani, dalam webinar Integrity a Universal Currency: Diseminasi & Kick Off Duta Transformasi Kementerian Keuangan Tahun 2021, Rabu (31/3/2021).

Pengelolaan APBN, kata Sri, antara lain untuk menghadapi masalah kesehatan, melindungi masyarakat melalui belanja sosial, maupun untuk membantu dunia usaha agar bertahan dan pulih kembali.

Sri berujar, dalam kondisi pandemi, kehadiran para Duta Perubahan amatlah penting.

“Mereka yang tidak hanya bekerja, tapi mereka yang betul-betul menyadari bagaimana organisasi kita harus merespon tantangan yang ada.”

Baca juga: Kagama Jateng dan Kagama Pemalang Tanam Bibit Kelapa di Kawasan Obyek Wisata Purana Farmland

“Tantangan yang kita barangkali tidak siap juga pada saatnya, karena ini shock yang luar biasa.”

“Tentu kita akan berusaha supaya kita betul-betul menjaga kebutuhan kita dalam memulihkan perekonomian,” ujar peraih Habibie Award in Engineering from The Habibie Center 2014 ini.

Pakar energi terbarukan, Ahmad Agus Setiawan, ST., M.Sc., Ph.D., punya pandangan serupa terkait bagaimana merespons tantangan di era pandemi.

Dalam kesempatan tersebut, Agus berbicara ikhwal pentingnya aplikasi sains dan teknologi di era pandemi.

Kendati demikian, kata Agus, hal tersebut tidaklah mudah dilakukan.

Baca juga: Public Speaking Nggak Cuma Perkara Orang Bisa Ngomong Panjang Lebar