Menu Favorit Kaum ‘Burjois’

Mie dok-dok, salah satu menu favorit kaum 'burjois'.(Foto: @prima.kuliner)
Mie dok-dok, salah satu menu favorit kaum 'burjois'.(Foto: @prima.kuliner)

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Warung burjo selalu hangat di telinga para mahasiswa di Yogyakarta. Warung yang identik dengan dinding berwarna-warni ini banyak menghiasi sudut-sudut komplek kos-kosan atau kontrakan mahasiswa di Yogyakarta.

Dilihat dari namanya, burjo adalah akronim dari bubur kacang hijau. Akan tetapi, kenyataannya warung ini menjual beraneka macam lauk pauk.

Burjo yang sudah menjadi sahabat bagi mahasiswa ini nemawarkan menu-menu yang sangat familiar di lidah mahasiswa. Berikut menu masakan burjo yang sudah melegenda bagi kaum burjois, sebutan yang akrab bagi penikmat makanan burjo.

  1. Nasi telur

Nasi telur menjadi menu legenda yang tidak bisa dipisahkan dari kaum burjois, plesetan untuk penikmat makanan burjo. Nasi telur atau biasa disingkat nastel di burjo ini terdiri dari nasi dengan lauk telur dan beberapa sayuran.

Nasi telur sangat digemari karena murah dan cukup mengenyangkan perut. Telur yang tersedia biasanya adalah telur dadar, ceplok, atau telur bumbu balado.

  1. Mie goreng atau rebus

Mie goreng atau rebus biasanya ada tambahan telur di dalamnya. Penambahan telur ini memiliki nama sendiri, intel goreng dan intel rebus. Intel adalah akronim dari indomie telur.

Menu ini lebih murah dari menu nasi telur. Sehingga, menu mie goreng atau rebus ini biasanya jadi menu andalan ketika uang sudah mepet atau ketika hujan sedang turun.

Kuah yang hangat dengan kaldu di dalamnya, membuat badan kita terasa hangat ketika udara mulai dingin.