Menurutnya, kebijakan atau regulasi yang tidak tepat akan memunculkan dampak yang cukup signifikan bagi petani maupun negara.

“Kalau kebijakan keliru itu jauh lebih dahsyat dari koruptor dan begal,”terangnya.

Amran mengungkapkan pernah menjumpai petani-petani yang terpaksa mengporeng bibit jagungnya untuk dimakan. Hal ini disebabkan keterlambatan pupuk maupun pestisida ke tangan petani.

Upaya untuk menwujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan juga dilakukan dengan menerapkan sikap anti korupsi dalam tubuh Kementrian Pertanian. Untuk menekan angka korupsi, pihaknya telah membentuk satgas pangan yang didalamnya juga terdapat KPK.

Antusiasme Mahasiswa dalam kuliah umum bertajuk Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045
Antusiasme Mahasiswa dalam kuliah umum bertajuk Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045

Langkah lain yakni dengan mengubah lahan tidur berupa rawa pasang-surut dan tanah tadah hujan menjadi lahan pertanian. Pemanfaatan lahan tersebut dilakukan untuk meningkatkan lahan pertanian dalam negeri.

“Kita juga membangun lumbung pangan di daerah perbatasan sekitar 10 ribu hektar. Dengan berbagai upaya itu dalam 5-10 tahun mimpi bisa mensupali negara tetangga bisa terwujud,” imbuhnya.

Dalam kesempaatn itu Amran tidak lupa mengajak mahasiswa UGM untuk berkontribusi dalam membangun bidang pertanian. Misalnya dengan mengembangkan varietas tanaman yang bisa meningkatkan produktivitas pertanian nasional.