Menteri Basuki Hadimuljono Sebut Tiga Penyebab Banjir Jakarta

125
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, membeberkan faktor yang menyebabkan Jakarta dan sekitarnya mengalami banjir pada awal tahun 2020. Foto: Birkom PUPR
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, membeberkan faktor yang menyebabkan Jakarta dan sekitarnya mengalami banjir pada awal tahun 2020. Foto: Birkom PUPR

KAGAMA.CO, JAKARTA – Menteri Basuki Hadimuljono langsung bergegas melakukan peninjauan pada Rabu (1/1/2019) setelah banjir melumpuhkan Jakarta dan wilayah sekitarnya.

Bersama Presiden Joko Widodo, Gubernur Anies Baswedan, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo, dia mengitari beberapa titik dengan helikopter.

Dalam rilis Kementerian PUPR, Basuki menyatakan musibah banjir Jakarta kali ini merupakan kombinasi curah hujan tinggi dan merata baik di hulu maupun hilir pada malam tahun baru 2020.

Hal itu menjadi faktor pertama mengapa banjir bisa terjadi.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika pun mencatat fakta curah hujan yang tinggi di dua titik.

Baca juga: Kagama Peduli Banjir Dirikan Posko Satgas di Jakarta, Bekasi dan Tangerang

“Lokasi Pos Curah Hujan di Halim tercatat 370 mm dengan perkiraan debit Sungai Ciliwung sebesar 500 m3/detik,” tulis rilis BMKG.

“Lokasi Pos Curah Hujan di Cakung tercatat 300 mm dengan perkiraan debit Sungai Sunter sebesar 100 m3/detik,” lanjut keterangan badan yang dipimpin mantan Rektor UGM, Dwikorita Karnawati.

Menurut BMKG, curah hujan di atas 100 mm/hari masuk kategori sangat lebat.

Oleh karena itu, pencatatan di Halim dan cakung masuk dalam kategori tersebut.

Tingginya curah hujan menyebabkan empat Daerah Aliran Sungai (DAS) mengalami dampak paling parah.

Baca juga: Bahaya di Balik Nikmatnya Rebahan