BULAKSUMUR, KAGAMA – Pesatnya perkembangan teknologi dewasa ini hendaknya disikapi secara bijak. Teknologi jangan digunakan untuk mengumbar kebencian ataupun menyampaikan berita bohong. Demikian disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prof. Dr. Pratikno, M. Soc., Sc. di hadapan 8.322 mahasiswa baru UGM yang mengikuti Pembukaan Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru (PPSMB) Palapa 2017, Senin (7/8/2017) pagi di Lapangan Pancasila (Grha Sabha Praman) UGM.

Prof. Dr. Pratikno, M. Soc, Sc. bersama Rektor UGM Prof. Ir. Panut  Mulyono, M. Eng., D. Eng. dan Ganjar Pranowo, SH, MIP bersepeda dari Balairung menuju Lapangan GSP UGM mengikuti Pembukaan PPSMB Palapa UGM 2017 (Foto Ayudya Mentari/KAGAMA)
Prof. Dr. Pratikno, M. Soc, Sc. bersama Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M. Eng., D. Eng. dan Ketua PP Kagama Ganjar Pranowo, SH, MIP bersepeda dari Balairung menuju Lapangan GSP UGM mengikuti Pembukaan PPSMB Palapa UGM 2017 (Foto Ayudya Mentari/KAGAMA)

Dalam orasinya, Ketua Majelis Wali Amanah UGM ini mengajak para Gadjah Mada Muda, sebuatn untuk mahasiswa baru, supaya memanfaatkan sosial media untuk hal-hal positif, seperti menyampaikan karya-karya mereka kepada masyarakat Indonesia dan dunia.

“Gunakanlah sosial media untuk menayangkan temuan-temuan saudara. Dan, jangan lupa saat ini ketika anak-anak bangsa juga berkreasi dengan karyanya, kita juga harus bangga dengan karya anak kita sendiri, saudara-saudara sendiri,” ungkapnya.

Mantan Rektor UGM Prof Dr Pratikno, M. Soc., Sc yang kini menjabat Mensesneg diapit Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M. Eng., D. Eng. dan KASAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, SIP mengikuti Pembukaan PPSMB Palapa UGM 2017 (Foto Ayudya Mentari/KAGAMA)
Mantan Rektor UGM Prof Dr Pratikno, M. Soc., Sc yang kini menjabat Mensesneg diapit Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M. Eng., D. Eng. dan KASAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, SIP mengikuti Pembukaan PPSMB Palapa UGM 2017 (Foto Ayudya Mentari/KAGAMA)

Dalam kesempatan tersebut, Pratikno yang pernah pernah menjabat Rektor UGM juga menegaskan bahwa UGM adalah universitas yang selalu memegang teguh nilai-nilai Pancasila. Menurut Pratikno, di tengah kemajemukan Indonesia, rasa toleransi, penuh perdamaian, pengertian, dan persatuan masih terjaga.

“Banyak negara yang iri dengan kita. Negara-negara di Timur Tengah misalnya, jauh lebih homogen. Tapi, bahkan mereka tidak mampu untuk menjaga persatuan. Jadi ,kita harus mensyukuri, kita bisa menjaga perdamaian dan persatuan di antara kita dalam kemajemukan kita,” jelasnya.

Mahasiswa baru UGM yang disebut juga Gadjah Mada Muda merupakan generasi penerus leluhur bangsa yang diharapkan lebih bijak dalam mengakses media sosial (Foto Ayudya Mentari/KAGAMA)
Mahasiswa baru UGM yang disebut juga Gadjah Mada Muda merupakan generasi penerus leluhur bangsa yang diharapkan lebih bijak dalam mengakses media sosial (Foto Ayudya Mentari/KAGAMA)

Mengakhiri orasinya, pihaknya mencontohkan produk inovasi berbasis teknologi. Banyak produk-produk dari negara tetangga yang populer dan laris di kancah internasional, tetapi hasil kreasi anak bangsa juga tidak bisa diremehkan.

“Saudara-saudara harus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berbakti terhadap ibu pertiwi. Saya yakin, saudara bisa menciptakan yang lebih canggih dari itu,” pungkasnya.[TH]