Menristekdikti Resmikan Innovative Learning Center FEB UGM

90

 

Selain itu, pembangunan Innovative Learning Center juga menjadi salah satu syarat standar akreditasi dari Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB), sebuah lembaga akreditasi sekolah bisnis internasional yang berasal dari Amerika Serikat.

“Model bangunan yang mengakomodasi sistem pembelajaran inovatif yang bercorak lintas disipliner memang menjadi salah satu syarat agar UGM bisa mendapat akreditasi dari AACSB,” ujar Ammirulah Setya Hardi, Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat FEB UGM.

Selain dibuat dengan model pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan, gedung ini juga menyediakan co-working space yang terbuka untuk diskusi dan penelitian lintasdisipliner yang sudah menjadi tuntutan zaman.(Foto: Dok. Venda)
Selain dibuat dengan model pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan, gedung ini juga menyediakan co-working space yang terbuka untuk diskusi dan penelitian lintasdisipliner yang sudah menjadi tuntutan zaman.(Foto: Dok. Venda)

Corak bangunan yang Innovative Learning Center yang mengakomodasi studi lintasdisipliner diamini oleh Eko Suwardi, Dekan FEB UGM. Menurut Eko, tantangan dunia kerja di masa depan tak bisa lagi dihadapi dengan satu perspektif keilmuan semata. Oleh karena itu, ia berharap mahasiswa dari fakultas lain bisa datang ke gedung Innovative Learning Center untuk menyusun proyek bersama mahasiswa FEB UGM.

“Selain dibuat dengan model pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan, gedung ini juga menyediakan co-working space yang terbuka untuk diskusi dan penelitian lintasdisipliner yang sudah menjadi tuntutan zaman. Oleh karenanya, saya berharap kelak mahasiswa sospol, teknik, filsafat, dan sastra bisa datang ke sini untuk menyusun proyek bersama mahasiswa kami,” imbuh Eko.