Menjadi Anak Tunggal yang Semestinya

63
Ketika ada pendapat buruk dari orang lain mengenai diri Anda, ubah pernyataan tersebut menjadi motivasi yang dapat membuat diri Anda semakin maju ke depan. Foto : Brilio
Ketika ada pendapat buruk dari orang lain mengenai diri Anda, ubah pernyataan tersebut menjadi motivasi yang dapat membuat diri Anda semakin maju ke depan. Foto : Brilio

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Menjadi seorang anak adalah kodrat pertama yang mesti dihadapi oleh semua manusia.

Sebagai manusia tentu terlahir dari kedua orang tua.

Usai lahir, orangtua tentu akan memberikan bekal, agar seorang anak dapat hidup di tengah-tengah masyarakat.

Namun demikian, menjadi seorang anak tentu punya tantangan tersendiri.

Mulai dari mewujudkan harapan orang tua hingga mematahkan pandangan yang terjadi di masyarakat.

Sering kali, masyarakat lain membuat anggapan terhadap anak yang lahir dengan urutan berbeda.

Anggapan orang sering kali berbeda terhadap anak yang lahir pertama atau kerap disebut sulung, anak kedua, hingga anak terakhir yang kerap disebut sebagai bungsu.

Baca juga: Kisah Sukses Alumni UGM Tembus Tes CPNS, Belajar dari Media Sosial Hingga Doa Keluarga

Orang lain kerap menganggap bahwa urutan lahir juga akan membuat beban yang berbeda antara anak satu dan yang lain.

Misalnya, ketika anak tersebut adalah anak sulung maka banyak orang yang akan menganggap ia harus menjadi contoh bagi adik-adiknya.

Sementara itu, untuk anak bungsu, tentu akan dianggap sebagai anak yang manja.

Namun, apa jadinya bila Kamu adalah anak tunggal.

Tentu anggapan terhadap dirimu akan berbeda.

Selain sering dianggap sebagai anak manja, Anda yang menyandang predikat sebagai anak tunggal tentu dianggap sebagai harapan satu-satunya di keluarga.

Selain itu, Anda sering dianggap sebagai anak yang kurang mandiri.

Berikut tips agar menjadi anak tunggal yang baik untukmu yang menyandang status tersebut.