Menikmati Pesona Jogja di Malam Hari dari Bukit Bintang

191
Salah satu wisata malam di Jogja ini bisa menjadi pilihan para pelancong jika ingin mendapatkan pengalaman wisata yang berbeda.(Foto: kotajogja.com)
Salah satu wisata malam di Jogja ini bisa menjadi pilihan para pelancong jika ingin mendapatkan pengalaman wisata yang berbeda.(Foto: kotajogja.com)

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Kebanyakan wisatawan saat berkunjung ke Jogja akan memadati kawasan Malioboro, Keraton dan Alun-Alun. Padahal jika menepi ke daerah perbatasan Bantul dan Gunungkidul, wisatawan bisa menikmati Jogja dengan lebih tenang dan syahdu.

Berlokasi di daerah Pathuk, Bukit Bintang bisa menjadi pilihan wisata saat berkunjung ke Jogja. Wisatawan bisa menikmati gemerlap lampu-lampu yang menghiasi padatnya Jogja dengan ditemani kerlip bintang. Salah satu wisata malam di Jogja ini bisa menjadi pilihan para pelancong jika ingin mendapatkan pengalaman wisata yang berbeda.

Bukit Bintang, sekilas memiliki kesamaan dengan wisata Bukit Moko di Bandung, atau bukit Gombel di Semarang. Setiap malamnya, banyak pengunjung yang memadati Bukit Bintang untuk sekadar makan jagung bakar dan minum wedang ronde. Namun pengunjung juga bisa menikmati berbagai hidangan lainnya yang disediakan oleh setiap warung-warung yang ada.

Lokasi wisata ini cukup mudah dijangkau karena berada di sepanjang jalan perbatasan Piyungan dan Pathuk Gunungkidul. Tak perlu merogoh kocek terlalu dalam, cukup membayar parkir Rp.2.000 untuk motor dan Rp.5.000 untuk mobil, wisatawan sudah bisa menikmati pemandangan Jogja di malam hari.

Seperti malam ini (14/04/2019) Yamalul dan enam rekannya sedang menikmati panorama yang disuguhkan di Bukit Bintang sembari bercakap-cakap. Ia mahasiswa asal Jakarta yang kebetulan kuliah di Semarang rela jauh-jauh untuk mengunjungi tempat ini.

Berangkat dari semarang sejak pagi dan sampai di Jogja siang hari, ia yang sebetulnya sedang mengunjungi rekannya yang kuliah di Jogja menyempatkan berkunjung ke Bukit Bintang lantaran penasaran terhadap pesonanya.

“Ini kalau di Semarang kayak di area Ambarawa kali ya,” terangnya. Namun ia menambahkan kalau disini lebih cenderung tempat nongkrong bebas yang terbuka.

Hal demikian juga dirasakan oleh Nidaan, mahasiswi salah satu kampus di Jogja yang kebetulan sedang melepas penat dari kesibukannya menjalani co-ass. Ia yang malam itu datang bersama rekannya sedang asyik menikmati jagung bakar sembari berbincang hangat.

“Ke sini soalnya pingin nikmati suasana Jogja di malam hari, kalau di kota kan paling mal, Malioboro, bosen,” terangnya.

Ia juga mengatakan ini kali ketiganya ia berkunjung ke Bukit Bintang. Menurutnya dengan memandang kerlip lampu Jogja dari atas dan ditemani gelapnya malam, bisa sedikit mengurangi penatnya aktivitas selama seminggu belakangan.(Rosa)