BATUBARA, KAGAMA.CO—Keberadaan Pelabuhan Kuala Tanjung mempunyai posisi penting. Pelabuhan ini sebagai transhipment dan port untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Selain itu, setelah beroprerasi dan saling terintegrasi antara pelabuhan, jalan tol, kereta api, maka investor mau berinvestasi di KEK.

Demikian disampaikan Menhub Budi Karya Sumadi saat meninjau progres proyek pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung dan jalur kereta Bandar Tinggi-Kuala Tanjung, di Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatera Utara, Rabu (17/1).

Menurut Menhub, saat ini transhipment kapal di Pulau Sumatera lebih dilakukan di negara tetangga Singapura dan Malaysia, dengan adanya Pelabuhan Kuala Tanjung kapal-kapal peti kemas dapat melakukan transhipment tanpa harus di negara tetangga.

“Sejauh ini tidak ada kendala dalam proses pembangunan, dengan ini diharap akan bisa menarik investasi. Keberadaan Pelabuhan Kuala Tanjung selain meningkatkan kinerja logistik dan daya saing Indonesia sehingga bisa berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi khususnya bagi masyarakat Sumatera Utara,” jelas Menhub Budi.